Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:26 WIB

Inilah Saham-saham Layak "Add" dan "Delete"

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 4 Desember 2017 | 00:15 WIB
Inilah Saham-saham Layak
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 7 sekuritas asing terbesar melakukan rebalancing portofolio untuk short covering di awal Desember. Inilah saham-sahamnya yang layak "add" dan "delete."

Adapun rebalancing yang dilakukan berdasarkan perubahan pada MSCI Indo Rebalancing Effective 30 November 2017 sebagai berikut: Pada MSCI Global Standard Index, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) direkomendasikan "add" dan "delete" untuk LPKR, MNCN, SMRA.

Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG mengakhiri bulan November di zona merah. "Dari sisi sentimen, pada dasarnya tidak adanya sentimen negatif yang membuat IHSG harus mengalami pelemahan tajam," katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Akan tetapi, lanjut dia, dari volume perdagangan terlihat adanya volume besar dalam penjualan. Dari data yang diperoleh, penjualan saham dilakukan oleh 7 sekuritas asing terbesar, yaitu: Merril Lynch, UBS, CLSA, Citigroup, Deutsche, JP Morgan & CS yang bertujuan untuk melakukan rebalancing portofolio. "Rebalancing untuk melakukan Short Covering di awal Desember," ujarnya.

Adapun rebalancing yang dilakukan berdasarkan perubahan pada MSCI Indo Rebalancing Effective 30 November 2017 sebagai berikut: Pada MSCI Global Standard Index, saham BBTN direkomendasikan "add" dan "delete" untuk LPKR, MNCN, SMRA.

Sementara untuk MSCI Global Small Cap index, rekomendasi add untuk INDY, IIKP, LPKR, MNCN, BKSL, SMRA, dan TOPS dan delete untuk BBTN, GIAA, SMCB, MPPA, SMBR, SSIA, dan AISA.

Investor asing mencatatkan nett Sell Rp1,73 triliun dari sebelumnya nett sell Rp7,06 triliun.

Lebih jauh Reza menjelaskan, koreksi yang terjadi merupakan imbas dari dilakukannya rebalancing terhadap beberapa saham. "Tidak adanya sentimen yang mengharuskan IHSG untuk melemah diharapkan dapat memberikan peluang pada IHSG untuk kembali rebound di awal bulan," ucap Reza penuh harap.

Tentunya kondisi ini harus diikuti oleh kembali meningkatnya aksi beli. "Tetap antisipasi berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan kembali IHSG," imbuhnya seraya mewanti-wanti. [jin]

Komentar

 
x