Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:28 WIB

Hari Ini RUPSLB 3 BUMN Tambang, Apa Kabar Sahamnya

Oleh : M Fadil Djaelani | Rabu, 29 November 2017 | 12:45 WIB
Hari Ini RUPSLB 3 BUMN Tambang, Apa Kabar Sahamnya
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertambangan, digelar sejak Rabu pagi (29/11/2017) hingga sore secara maraton. Acaranya berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Ketiga BUMN yang dimaksud adalah PT Timah (Persero) Tbk/TINS, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk/ATNM dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk/PTBA. Agenda RUPSLB-nya adalah persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan terkait perubahan status Persero menjadi non-Persero, guna melancarkan pembentukan holding BUMN tambang.

Lantas bagaimana pergerakan saham ke 3 BUMN tersebut di pasar modal? Memantau data Bursa Efek Indonesia (BEI), ketiga BUMN tersebut tampak cerah berada di zona hijau, semisal saham PTBA dibuka menguat 150 poin dari penutupan perdagangan kemarin (Selasa, 28/11/2017) sebesar Rp10.850 menjadi Rp 11.000. Hingga pukul 10.55 JATS, saham PTBA menguat 500 poin atau 4,61% menjadi Rp11.350.

Sedangkan saham TINS, dibuka sama dengan penutupan sebelumnya yakni Rp835. Namun saat ini menguat 25 poin, atau 2,99% menjadi Rp860. Saham ANTM yang sempat tak bergerak di level Rp 650, hingga pukul 10.55 waktu JATS, naik tipis menjadi Rp665, atau menguat 2,31% yang setara 15 poin.

Sebelumnya diberitakan, hari ini, ketiga BUMN tersebut secara maraton menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Borobudur. Antam pada pukul 09.00 WIB, Timah 13.00, dan PTBA 15.00 WIB.

Status perseroan di tiga BUMN tambang itu luntur, lantara semua saham milik pemerintah dialihkan ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) yang ditunjuk sebagai holding. Adapun saat ini pemerintah memegang saham 65% saham Antam, 65,02% di PTBA dan 65% di Timah.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Rini Soemarno resmi meneken akta pengalihan saham seri B yang terdiri atas 3 BUMN tambang plus 9,36% saham pemerintah di PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport).

Ketiga saham BUMN yang sahamnya diborong Inalum berasal dari 65% saham PT Aneka Tambang (Antam) Tbk; 65,02% saham PT Bukit Asam Tbk dan 65% saham PT Timah Tbk.

Dengan ditandatanganinya akta tersebut, Holding BUMN Industri Pertambangan resmi berdiri dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai induk perusahaan (holding). Sedangkan anggotanya dalah Antam, Bukit Asam dan Timah.

"Proses holding yang sudah lama dimulai dengan penyerahan roadmap pengembangan BUMN oleh Kementerian BUMN ke Komisi VI DPR pada akhir 2015 ini akhirnya telah mendekati akhir," kata Rini di Jakarta, Senin malam (27/11/2017).

"Selanjutnya akan dilakukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Antam, Bukit Asam, dan Timah secara bersamaan dengan agenda melakukan perubahan anggaran dasar sehubungan dengan telah beralihnya kepemilikan RI kepada PT Inalum (Persero) yang sahamnya 100% dimiliki negara, lanjut Rini.

Rini menjelaskan, proses komunikasi dengan Komisi VI DPR sudah intensif dilakukan. Baik melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rapat Kerja, maupun beberapa kali Focus Group Discussion (FGD).

Setelah PP No 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RU ke Modal Saham PT Inalum (Persero) telah terbit, dilanjutkan dengan proses administrasi termasuk akta pengalihan saham yang telah ditandatangani.

Persetujuan Holding BUMN Industri Pertambangan akan dibawa ke RUPSLB Antam, Bukit Asam, dan Timah secara bersamaan dengan RUPSLB pada 29 November 2017 di Jakarta.

Meski statusnya berubah, Rini mengatakan ketiga anggota holding itu, tetap diperlakukan sama dengan BUMN untuk hal-hal yang sifatnya strategis.

Dengan begitu, negara tetap memiliki kontrol terhadap ketiga perusahaan itu, baik secara langsung melalui saham dwi warna, maupun tidak langsung melalui PT Inalum (Persero) seperti diatur PP 72 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas PP 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan Dan Penatausahaan Modal Negara Pada BUMN dan Perseroan Terbatas (PT). [ipe]

Komentar

 
x