Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 17:10 WIB

Pelemahan Tipis IHSG Simpan Potensi Rebound

Oleh : - | Senin, 13 November 2017 | 19:16 WIB
Pelemahan Tipis IHSG Simpan Potensi Rebound
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Senin (13/11/2017), ditutup melemah tipis sebesar 0,37 poin dipicu saham-saham sektor infrastruktur yang bergerak negatif.

IHSG BEI ditutup melemah 0,37 poin atau 0,01 persen menjadi 6.021,45. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,19 poin (0,01 persen) menjadi 1.000,95.

"IHSG ditutup melemah setelah bergerak cukup optimistis sejak sesi pertama. Saham-saham sektor infrastruktur menjadi penekan pergerakan IHSG," kata analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Lanjar Nafi menambahkan bahwa investor asing yang melanjutkan aksi lepas saham turut menjadi salah satu faktor yang menahan laju IHSG. Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi yang terbanyak dijual.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Jumat (13/11) ini, investor asing mencatatkan jual bersih atau "foreign net sell" di pasar reguler sebesar Rp268,78 miliar.

Sementara itu, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan bahwa pelemahan IHSG yang tipis itu menunjukan masih ada potensi bagi IHSG untuk kembali bergerak di area positif.

"Data ekonomi naional yang telah dirilis cukup positif, situasi itu dapat mendorong investor kembali melakukan aksi beli sehingga berpeluang mendorong IHSG kembali ke area positif," kata William Surya Wijaya.

Bank Indonesia menyampaikan, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar 4,3 miliar dolar AS (1,65 persen PDB), membaik dari defisit pada triwulan sebelumnya yang sebesar 4,8 miliar dolar AS (1,91 persen PDB), seiring dengan kenaikan surplus neraca perdagangan barang dan penurunan defisit neraca pendapatan primer.

Sementara itu, surplus NPI triwulan III 2017 tercatat 5,4 miliar dolar AS, meningkat signifikan dibandingkan dengan surplus triwulan II 2017 sebesar 0,7 miliar dolar AS. Surplus NPI itu mendorong peningkatan posisi cadangan devisa dari 123,1 miliar dolar AS pada akhir triwulan II 2017 menjadi 129,4 miliar dolar AS pada akhir triwulan III 2017.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 337.875 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,865 miliar lembar saham senilai Rp7,572 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 168 saham menurun, dan 146 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 300,43 poin (1,32 persen) ke 22.380,99, indeks Hang Seng menguat 61,26 poin (0,21 persen) ke 29.182,18 dan Straits Times melemah 0,97 poin (0,03 persen) ke posisi 3.419,13. [tar]

Komentar

 
x