Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 17:14 WIB

Ulasan Sepekan

Rupiah Respons Negatif Data PDB & Cadangan Devisa

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 12 November 2017 | 16:30 WIB
Rupiah Respons Negatif Data PDB & Cadangan Devisa
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir kembali mengalami pelemahan seiring minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Terdepresiasinya dolar AS juga belum cukup kuat mengangkat rupiah.

Dalam sepekan terakhir, nilai tukar Rupiah melemah 0,26% atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang menguat sebesar 0,26%. Laju rupiah sempat melemah ke level 13.538 atau lebih baik dari sebelumnya di 13.640.

Sementara level tertinggi yang dicapai di angka 13.493 di bawah level high sebelumnya di 13.475. "Laju rupiah sepekan terakhir bergerak di atas target support 13.620 dan di bawah resisten 13.470," kata Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas, di Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Lebih jauh Reza menjelaskan, di tengah respons positif terhadap rilis pertumbuhan GDP Indonesia kuartal tiga 2017 sebesar 5,06 persen secara tahunan, pergerakan rupiah berbalik melemah karena dianggap masih di bawah estimasi 5,13 persen.

Di sisi lain, ada pula anggapan bahwa penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia tampaknya belum banyak berpengaruh pada pertumbuhan GDP. Angka GDP masih memperlihatkan adanya perlambatan. "Bahkan percepatan proyek infrastruktur ada pula yang beranggapan belum banyak berimbas pada pertumbuhan GDP," timpal Reza.

Bahkan, lanjut dia, adanya rilis Bank Indonesia, Survei Konsumen Bank Indonesia pada bulan Oktober 2017 yang mengindikasikan keyakinan konsumen masih pada level optimistis dengan kecenderungan melemah yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2017 sebesar 120,7 atau lebih rendah dari bulan September 2017 kian menambah sentimen negatif bagi rupiah.

Di lain hari, pergerakan rupiah mampu kembali berbalik menguat. Hal ini memanfaatkan pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang lainnya.

Meski rilis GDP kuartal ketiga dianggap di bawah estimasi dan posisi cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2017 tercatat US$126,5 miliar, lebih rendah dibandingkan akhir September 2017 yang sebesar US$129,4 miliar membuat rupiah tetap bertahan di zona positifnya.

"Belum adanya kejelasan mengenai pembahasan reformasi sistem perpajakan AS dan tenggat waktu yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan peraturan tersebut membuat laju dolar AS melemah," papar dia.

Laju rupiah kembali mampu memanfaatkan pelemahan pada dolar AS untuk berbalik menghijau. Pergerakan dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang, terutama terhadap yen Jepang setelah pasar skeptis terhadap upaya reformasi perpajakan AS di mana Rancangan UU dari Senat berbeda dengan DPR dan dapat mempersulit upaya pemotongan pajak oleh Partai Republik.

Sementara dari dalam negeri, pasar memfaktorkan progres pembangunan infrastruktur, rilis kemudahan bisnis, cadangan devisa, dan angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Pergerakan rupiah cenderung berbalik melemah seiring minimnya sentimen dari dalam negeri meskipun pergerakan dolar cenderung masih melanjutkan pelemahannya. Laju dolar AS yang melemah masih terkait dengan kemungkinan tertundanya pembahasan reformasi perpajakan AS.

"Adanya kerjasama antara Indonesia dengan Korea Selatan dan juga Maroko pada beberapa bidang tidak cukup kuat mengangkat rupiah," ujarnya.

Anggota Senat AS dari Partai Republik mengumumkan proposal pajak yang berbeda dengan RUU yang diajukan mitra mereka di parlemen dalam beberapa aspek. Perbedaan tersebut termasuk pada bagaimana perlakuan tarif pajak perusahaan, pemotongan pajak untuk pajak negara bagian dan regional, serta pajak pertanahan.

Para Senat AS mengajukan proposal pemangkasan tarif pajak perusahaan menjadi 20% dari 35%. Akan tetapi, mereka menginginkan realisasi rencana tersebut dimulai tahun 2019.

Lebih jauh Reza memperkirakan, adanya pelemahan di akhir pekan dapat membuka peluang penurunan lanjutan pada rupiah. "Apalagi jika rupiah tidak mampu menyerap sentimen positif yang dapat mengonfirmasi adanya pelemahan," tuturnya.

Untuk itu, kata dia, diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas agar rupiah dapat kembali menemukan momentum pembalikan arah naik.

"Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan pada rupiah, terutama dari imbas rilis data-data ekonomi di pekan depan. Diperkirakan laju Rupiah akan berada pada rentang support 13.548 dan resisten 13.482," imbuhnya. [jin]

Komentar

 
x