Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 17:09 WIB

Ulasan Sepekan

Peringkat Bisnis Gagal Kempit IHSG di Zona Hijau

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 12 November 2017 | 15:10 WIB
Peringkat Bisnis Gagal Kempit IHSG di Zona Hijau
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir berbalik melemah dengan penurunan 0,29 persen atau di bawah pekan sebelumnya yang naik 1,08 persen. IHSG mengakhiri pekan ini di 6.021,82 poin dari level 6.039,54 poin pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Setelah menyentuh level tertinggi terbarunya, laju IHSG cenderung tertekan. "Pelemahan rupiah pun turut menekan IHSG. Adapun high level yang diraih mencapai 6.071 di bawah sebelumnya di 6.082," kata Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas, di Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Nilai kapitalisasi pasar BEI juga mengalami pelemahan 0,29 persen menjadi Rp6.665,64 triliun dari posisi Rp6.685,25 triliun sepekan sebelumnya.

Rata-rata nilai transaksi perdagangan saham harian juga mengalami perubahan 18,86 persen menjadi Rp7,74 triliun dari Rp9,54 triliun sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi perdagangan saham harian juga berubah 9,97persen menjadi 9,21 miliar unit sahamdari 10,23 miliar unit saham sepekan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian saham berubah 2,10 persen menjadi 309,42 ribu kali transaksi dari 316,08 ribu kali transaksi pada pekan lalu.

Menurut Reza, pada awal pekan, tidak seperti rupiah yang menanggapi negatif rilis pertumbuhan GDP kuartal III-2017 dan survei konsumen Oktober 2017 dari Bank Indonesia, laju IHSG dapat melanjutkan penguatan meskipun sempat tertahan dengan adanya aksi jual yang memanfaatkan kenaikan sebelumnya. "IHSG tetap melanjutkan kenaikannya hingga ditutup di rekor baru 6.050,82 di mana rekor tersebut hampir mendekati level high tertinggi yang pernah diraih IHSG di level 6.082," ujarnya.

Pelaku pasar mencoba tidak bereaksi negatif dengan adanya rilis data-data ekonomi dalam negeri tersebut. Bahkan kembalinya asing mencatatkan penjualan bersih dan rupiah yang kembali melemah tidak juga menghalangi posisi IHSG.

Pergerakan IHSG mampu kembali mengalami kenaikan seiring masih bertahannya aksi beli. "Terapresiasinya rupiah dan menghijaunya laju pasar obligasi, serta kenaikan harga komoditas sebelumnya turut memberikan sentimen positif tambahan pada pergerakan IHSG," tuturnya.

Pada hari berikutnya, kembalinya aksi jual membuat laju IHSG melemah. "Pergerakan rupiah yang tidak mampu bertahan di zona hijau dan asing yang kembali melakukan aksi jual serta pergerakan bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah membuat laju IHSG kurang bersemangat," ucap dia.

Rilis berita alasan kenaikan peringkat kemudahan bisnis (EoDB) Indonesia dari 91 ke 72 yang disampaikan Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo A Chaves, sempat membuat laju IHSG menguat sebelum akhirnya mendarat di zona merah. "Pergerakan rupiah yang kembali terapresiasi tampaknya juga kurang kuat mempertahankan IHSG di zona hijaunya sehingga cenderung berbalik melemah," papar dia.

Pergerakan IHSG di akhir pekan cenderung mengalami pelemahan seiring dengan masih maraknya aksi jual dan kembali melemahnya laju rupiah. "Melemahnya laju pasar regional seiring imbas pergerakan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya berimbas negatif pada pergerakan dari IHSG," ujarnya.

Belum lagi dengan investor asing yang mencatatkan nett sell Rp2,52 triliun dari pekan sebelumnya nett sell Rp4,75 triliun. "Maraknya aksi jual yang terjadi hingga pekan kemarin membuat nilai transaksi asing tercatat jual bersih Rp25,27 triliun di atas sebelumnya Rp22,75 triliun secara year to date," imbuhnya. [jin]

Komentar

 
x