Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:31 WIB

Kuartal III-2017

Mandiri Syariah Guyur Pembiayaan Rp58,7 Triliun

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 9 November 2017 | 16:10 WIB
Mandiri Syariah Guyur Pembiayaan Rp58,7 Triliun
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sampai dengan September 2017, Mandiri Syariah berhasil menyalurkan sebesar Rp58,72 triliun pembiayaan atau tumbuh 10,28% dibandingkan Rp53,24 triliun pada September 2016.

Penumbuhan pembiayaan tersebut tetap diimbangi dengan perbaikan kualitas pembiayaan yang tercermin dari penurunan NPF Nett turun dari 3,63% menjadi 3,12%. FDR Mandiri Syariah 80% atau sesuai ketentuan OJK.

"Tahun 2017 sejalan dengan kondisi perekonomian nasional, kami fokus di retail dan korporat terutama infrastruktur dengan skim atau akad syariah," kata Direktur Financing Risk and Recovery Mandiri Syariah Choirul Anwar, di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Mandiri Syariah menyediakan pembiayaan untuk infrastuktur dengan akad syariah untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, jaringan listrik, pelabuhan, bandara, dan lainnya yang saat ini sedang gencar dilakukan.

Sampai September 2017 pembiayaan ke sektor infrastruktur mencapai Rp5,56 triliun, tumbuh 65% dibandingkan September 2016 yang sebesar Rp3,38 triliun.

Selain itu, kata Choirul Anwar, perusahaan tetap mendukung penumbuhan segmen Usaha Kecil dan Mikro (UKM) dengan menjaga portofolio pembiayaan di segmen tersebut sesuai ketentuan OJK sebesar 23%. Untuk penumbuhan usaha mikro, Mandiri Syariah akan bekerjasama dengan beberapa lembaga termasuk melalui program digital banking di Tokopedia.

Mandiri Syariah menegaskan, pembiayaan infrastruktur dan UKM adalah bentuk support untuk penumbuhan ekonomi negeri.

Adapun pertumbuhan pembiayaan sampai dengan Kuartal III-2017 sebesar 10,28% (yoy) ditopang oleh retail banking (termasuk pawning, consumer, serta Usaha Kecil dan Mikro) yang tumbuh 9,59% semula Rp30,35 triliun menjadi Rp33,26 triliun, dan segmen wholesale (Korporat dan Komersial) tumbuh 11,20% (yoy) menjadi Rp25,45 triliun dari semula Rp22,89 triliun per posisi September 2016.

Peningkatan pembiayaan berdampak pada pertumbuhan margin bagi hasil bersih sebesar Rp544 miliar atau tumbuh 18,77% (yoy) menjadi Rp3,44 triliun. [jin]

Komentar

 
x