Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 02:35 WIB

Harga Emas Menguat karena Minyak Mentah dan US$

Oleh : - | Selasa, 7 November 2017 | 11:09 WIB
Harga Emas Menguat karena Minyak Mentah dan US$
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Chicago - Kontrak emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange, naik tajam, hampir 1% pada Senin (Selasa pagi WIB). Pemicunya, naiknya harga minyak mentah dunia serta pelemahan US$.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik US$12,4 atau 0,98%, menjadi US$1.281,60 per ounce. Ini adalah reli terbesar dalam enam minggu terakhir.

Harga minyak berjangka melonjak karena pasar minyak mentah terguncang oleh kabar penangkapan sebelas pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri Saudi pada akhir pekan lalu. Mereka dituduh tersangkut perkara korupsi.

Lantaran Arab Saudi merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia, peristiwa tersebut membawa dampak positif terhadap harga.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, naik 2,91% menjadi US$57,26 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 18.50 GMT.

Sementara minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari 2018 naik 3,32%, menjadi US$64,13 per barel.

Lonjakan harga minyak mentah dapat menyebabkan kenaikan inflasi yang potensial, yang dipandang sebagai faktor bullish untuk emas berjangka.

Sementara itu, indeks dolar AS melorot 0,19% menjadi 94,74 pada pukul 17.08 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Saat dolar AS melemah, emas berjangka biasanya naik.

Namun, kenaikan emas tertahan pasar saham AS. Dow Jones Industrial Average naik 16,52 poin, atau 0,07% menjadi 23.555,71 poin pada pukul 18.18 GMT.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 40,1 sen atau 2,38%, menjadi ditutup US$17,235 per ounce. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik US$13,10, atau 1,42% menjadi di US$935,00 per ounce. [tar]

Komentar

 
x