Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:48 WIB

Tren Lemah Rupiah Berbuah Aksi Jual Obligasi

Oleh : Monica Wareza | Jumat, 27 Oktober 2017 | 09:43 WIB
Tren Lemah Rupiah Berbuah Aksi Jual Obligasi
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan rupiah yang masih dalam tren pelemahannya dan belum adanya sentimen yang secara signifikan dapat mengangkat pasar obligasi membuat pergerakannya masih cenderung berada di zona merah.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan pelaku pasar pun masih cenderung menahan diri dan tak jarang yang mengamankan posisi sehingga berimbas pada meningkatnya aksi jual sehingga membuat pasar obligasi masih dalam tren melemahnya.

"Kembalinya aksi jual membuat sejumlah obligasi bergerak melemah. Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Jumat (27/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 1,01 bps, tenor menengah (5-7 tahun) naik 6,25 bps dan panjang (8-30 tahun) naik 7,07 bps.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 102,14% memiliki imbal hasil 6,45% atau naik 0,08 bps dari sebelumnya di harga 102,45% memiliki imbal hasil 6,37%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 106,96% memiliki imbal hasil 7,55% atau naik 0,05 bps dari sehari sebelumnya di harga 107,46% memiliki imbal hasil 7,498%.

Pada Kamis (26/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,28 bps di level 116,396 dari sebelumnya di level 116,72.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,13 bps di level 108,77 dari sebelumnya di level 108,91.

Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,84% di bawah sebelumnya di level 6,91% dan US Govnt bond 10Yr di 2,47% di atas sebelumnya 2,432% sehingga spread di level 437,5 bps di bawah sebelumnya di level 447,3 bps.

"Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali naik naik seiring masih adanya aksi jual," lanjut dia.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 8,67%-8,77%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya naik di kisaran level 9,09%-9,13%.

Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun naik tipis di kisaran 10,20%-10,30%, dan pada rating BBB mendatar di kisaran 13,00%-13,06%.

"Pergerakan pasar obligas di akhir pekan masih dimungkinkan terjadi pelemahan seiring belum adanya pemicu kuat untuk kembali mengangkat pergerakan pasar obligasi. Namun demikian, diharapkan pelemahan yang terjadi dapat lebih terbatas agar pasar obligasi tidak kehilangan momentum pembalikan arah," kata dia. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x