Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 00:40 WIB

Bank BCA Nikmati Kenaikan Laba Jadi Rp16,8 T

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 26 Oktober 2017 | 20:03 WIB
Bank BCA Nikmati Kenaikan Laba Jadi Rp16,8 T
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba kinerja selama 9 bulan sepanjang tahun 2017 sebesar Rp16,8 triliun. Laba ini megalami kenaikan sebesar 11,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.


Presiden Direktur perseroan, Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa kenaikan laba berhasil dikantingi karena terjadi kenaikan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang juga mengalami pertumbuhan 5,2% menjadi Rp41,7 triliun pada kuartal ketiga tahun ini dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 39,7 triliun.


"Pendapatan tersebut utamanya ditopang oleh penyaluran kredit selama semilan bulan pertama tahun 2017. Kredit dan dana pihak ketiga ini juga mengalami pertumbuhan di tengah kondisi bisnis sektor perbankan yang belum sepenuhnya pulih," kata Jahja di Jakarta, Kamis (26/10/2017).


Total penyaluran kredit pada periode ini mencapai Rp440 triliun, naik 13,9% jika dibandingkan periode tahun sebelumnya. Kenaikan kreditnini ditopang oleh kredit korporasi dan konsumer.


Kredit korporasi berkontribusi sebesar Rp161,5 triliun atau mengalami kenaikan 21,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Kredit konsumer tercatat sebesar Rp 128,3 triliun, meningkat 20,6% year on year.


Pada penyaluran kredit konsumer, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh sebesar 26,8% yoy menjadi Rp78,8 triliun. Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan kartu kredit masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 11,4% yoy menjadi Rp38,5 triliun dan 13,4% yoy menjadi Rp 11 triliun. Sedangkan, pertumbuhan terendah dialami Kredit komersial & UKM tercatat sebesar Rp 150 triliun, hanya meningkat 2,4% yoy.


"Manajemen risiko yang prudent juga merupakan bagian penting dalam upaya mempertahankan pertumbuhan Iaba yang positif," ujar Jahja.


Adapun rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) BBCA terjaga di level yang rendah, dimana saat ini NPL industri bank berada pad alevel 3%. Sementara NPL BBCA terjaga di level 1,5%.


Sementara itu, total cadangan kredit tercatat sebesar Rp12,8 triliun, meningkat 13,6% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 190,8%.


Rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) tercatat sebesar 74,7 persen dan rasio kecukupan modal (credit to adequacy ratio/CAR) mencapai 23,6%


Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp574,4 triliun atau meningkat 16,5% secara tahunan. Perolehan ini ditopang pertumbuhan dana deposito sebesar 36% yoy menjadi Rp146,4 triliun.


Komposisi dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh menjadi Rp 428 triliun. Rinciannya, komposisi CASA giro tumbuh 14,7 persen yoy menjadi Rp 144,7 triliun. Sedangkan, dana tabungan meningkat 9,3% yoy menjadi Rp283,3 triliun. [hid]

Komentar

 
x