Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:45 WIB

Pasar Obligasi Redup Respons Pelemahan Rupiah

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 26 Oktober 2017 | 11:15 WIB
Pasar Obligasi Redup Respons Pelemahan Rupiah
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan rupiah yang dikonfirmasi terus melemah di tengah adanya beberapa sentimen positif membuat laju pasar obligasi kembali melemah.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar cenderung menahan diri dan tak jarang yang mengamankan posisi sehingga berimbas pada meningkatnya aksi jual sehingga membuat pasar obligasi masih dalam tren melemahnya akibat melehanya rupiah.

"Kembalinya aksi jual membuat sejumlah obligasi bergerak melemah. Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Kamis (26/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 4,72 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 5,64 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 3,82 bps.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 102,45% memiliki imbal hasil 6,37% atau naik 0,08 bps dari sebelumnya di harga 102,76% memiliki imbal hasil 6,29%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 107,46% memiliki imbal hasil 7,498% atau naik 0,08 bps dari sehari sebelumnya di harga 108,25% memiliki imbal hasil 7,42%.

Pada Rabu (25/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,44 bps di level 116,72 dari sebelumnya di level 117,23.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,14 bps di level 108,91 dari sebelumnya di level 109,06.

Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,76% di atas sebelumnya di level 6,75% dan US Govnt bond 10Yr di 2,43% di atas sebelumnya 2,37% sehingga spread di level 433 bps di bawah sebelumnya di level 438 bps.

"Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali naik naik seiring masih adanya aksi jual," lanjutnya.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 8,62%-8,72%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya naik di kisaran level 9,08%-9,12%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun naik tipis di kisaran 10,15%-10,25%, dan pada rating BBB mendatar di kisaran 12,98%-13,04%.

Meski terdapat sejumlah sentimen positif namun, tampaknya belum dapat terserap oleh pergerakan pasar obligasi yang lebih merespons pergerakan Rupiah.

"Pergerakan pasar obligasi pun masih dimungkinkan terjadi pelemahan seiring masih adanya aksi jual maupun sikap menahan diri pelaku pasar. Sentimen positif pun masih kering di pasar sehingga dikhawatirkan dapat kembali melanjutkan pelemahannya," kata dia. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x