Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:48 WIB

Pasar Obligasi tak Acuh dengan Penguatan Rupiah

Oleh : Monica Wareza | Rabu, 25 Oktober 2017 | 10:10 WIB
Pasar Obligasi tak Acuh dengan Penguatan Rupiah
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan Rupiah yang hanya menguat tipis tampaknya belum menjadi sentimen positif bagi pasar obligasi yang melanjutkan pergerakan negatif.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan melemahnya laju Rupiah yang berimbas pada turunnya imbal hasil obligasi AS juga tidak membuat pasar obligasi dalam negeri membaik.

"Kembalinya aksi jual membuat sejumlah obligasi bergerak melemah. Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Rabu (25/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 4,50 bps tenor menengah (5-7 tahun) naik 4,39 bps dan panjang (8-30 tahun) naik 2,64 bps.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 102,76% memiliki imbal hasil 6,29% atau turun -0,05 bps dari sebelumnya di harga 102,55% memiliki imbal hasil 6,35%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 108,25% memiliki imbal hasil 7,42% atau naik 0,001 bps dari sehari sebelumnya di harga 108,26% memiliki imbal hasil 7,42%.

Pada Selasa (24/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,17 bps di level 117,23 dari sebelumnya di level 117,43.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,12 bps di level 109,06 dari sebelumnya di level 109,197.

Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,75% di atas sebelumnya di level 6,68% dan US Govnt bond 10Yr di 2,37% di bawah sebelumnya 2,39% sehingga spread di level 438 bps di atas sebelumnya di level 429,2 bps.

"Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali naik naik seiring masih adanya aksi jual," lanjutnya.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik tipis di kisaran level 8,58%-8,68%.

Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya naik di kisaran level 9,05%-9,06%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun naik tipis di kisaran 10,08%-10,10%, dan pada rating BBB naik tipis di kisaran 12,98%-13,04%.

"Pergerakan pasar obligasi masih dimungkinkan terjadi pelemahan seiring masih adanya aksi jual. Belum adanya sentimen yang mengkonfirmasikan adanya kenaikan membuat laju pasar obligasi cenderung tertekan sehingga dikhawatirkan dapat kembali melanjutkan pelemahannya," kata dia. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x