Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 00:39 WIB

Rupiah Naik Sesaat, Obligasi Sepi Peminat

Oleh : Monica Wareza | Senin, 23 Oktober 2017 | 09:47 WIB
Rupiah Naik Sesaat, Obligasi Sepi Peminat
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menguatnya laju rupiah tampaknya belum memberikan sentimen positif pada laju pasar obligasi secara keseluruhan. Tampak pelemahan masih terjadi seiring pelaku pasar yang masih melakukan aksi jual.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, perkiraan akan sesaatnya apresiasi rupiah membuat pelaku pasar cenderung menahan diri dan sebagian melakukan aksi jual.

"Kembalinya aksi jual membuat sejumlah obligasi bergerak melemah. Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Senin (23/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek yakni 1-4 tahun imbal hasilnya rata-rata naik 0,24 bps, tenor menengah yakni 5-7 tahun naik 1,07 bps dan panjang 8-30 tahun turun 1,21 bps.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 103,02% memiliki imbal hasil 6,23% atau naik 0,02 bps dari sebelumnya di harga 103,09% memiliki imbal hasil 6,21%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 109,18% memiliki imbal hasil 7,34% atau naik 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 109,39% memiliki imbal hasil 7,32%.

Pada Jumat (20/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,02 bps di level 117,88 dari sebelumnya di level 117,897.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,005 bps di level 109,312 dari sebelumnya di level 109,317.

Untuk pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,68% di atas sebelumnya di level 6,638% dan US Govnt bond 10Yr di 2,39% di atas sebelumnya 2,30% sehingga spread di level 429,2 di bawah sebelumnya di level 433,8.

"Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung bervariatif naik seiring masih adanya aksi jual," lanjutnya.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik tipis di kisaran level 8,53%-8,63%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya naik di kisaran level 9,03%-9,04%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun turun tipis di kisaran 10,05%-10,07%, dan pada rating BBB naik tipis di kisaran 12,93%-13,00%.

"Pergerakan pasar obligasi di awal pekan diperkirakan dapat kembali bergerak variatif melemah seiring masih adanya aksi jual. Namun demikian, dengan asumsi kembali terapresiasinya Rupiah dan masih positifnya sentimen diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membuat pasar obligasi menguat," kata dia. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x