Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 00:37 WIB

Pasar Obligasi Terhempas Ekspektasi Bunga Fed

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 19 Oktober 2017 | 09:12 WIB
Pasar Obligasi Terhempas Ekspektasi Bunga Fed
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sentimen penguatan lanjutan dolar AS seiring dengan perkiraan kenaikan kembali suku bunga The Fed dan ekspektasi positif akan program reformasi perpajakan AS telah menekan rupiah. Kondisi itu berimbas negatif pada laju pasar obligasi di Tanah Air.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan penguatan dolar dan perkiraan kenaikan suku bunga The Fed menyebabkan pelaku pasar kembali melakukan aksi jual terhadap obligasi dalam negeri. "Kembalinya aksi jual membuat sejumlah obligasi bergerak melemah. Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Kamis (19/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuktenor pendek yakni 1-4 tahun imbal hasilnya rata-rata naik 2,41 bps, tenor menengah dengan panjang tenor 5-7 tahun naik 3,86 bps dan panjang yakni 8-30 tahun naik 0,56 bps.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5tahun dengan harga 103,13% memiliki imbal hasil6,20% atau naik 0,01 bps dari sebelumnya di harga 103,17% memiliki imbal hasil 6,19%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 109,23% memiliki imbal hasil 7,33% atau naik 0,03 bps dari sehari sebelumnya di harga 109,58% memiliki imbal hasil 7,299%.

Pada Rabu (18/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,15 bps di level117,91 dari sebelumnya di level 118,09. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,08 bps di level 109,31 dari sebelumnya di level 109,396.

Untuk pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,640%di bawah sebelumnya di level 6,642% dan US Govnt bond 10Yr di 2,34% di atas sebelumnya 2,30% sehingga spread di level 430 di bawah sebelumnya di level 433,9.

"Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung bervariatif seiring kembali adanya aksi jual," lanjutnya.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik tipis di kisaran level 8,50%-8,60%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya mendatar di kisaran level9,02%-9,03%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun naik tipis di kisaran 10,05%-10,08%, dan pada rating BBB turun tipis di kisaran 12,93%-13,00%.

"Pasar obligasi masih rentan terhadap sentimen yang ada. Kembali menguatnya laju USD menekan Rupiah. Pergerakan pasar obligasi pun turut mengalami pelemahan yang juga terimbas negatif dari kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS," kata dia.

Menurut Reza, masih adanya sentimen negatif membuat pergerakannya cenderung melanjutkan pelemahan sehingga dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk kembali melepas posisi. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x