Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:46 WIB

Dolar & Imbal Hasil AS Gerogoti Obligasi Domestik

Oleh : Monica Wareza | Rabu, 18 Oktober 2017 | 10:18 WIB
Dolar & Imbal Hasil AS Gerogoti Obligasi Domestik
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mulai meningkatnya laju dolar AS dan berbarengan dengan kenaikan imbal hasil obligasi di negeri Paman Sam membuat laju pasar obligasi kembali terkena tekanan jual.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, meningkatnya harga jual dolar dan peningkatan imbal hadil obligasi AS membuat prlaku pasar melakukan aksi jual terhadap obligasi dalam negeri.

"Kembalinya aksi jual membuat sejumlah obligasi bergerak melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Rabu (18/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek yakni 1-4 tahun imbal hasilnya rata-rata turun -2,48 bps, tenor menengah dengan panjang tenor 5-7 tahun naik 2,25 bps dan panjang yakni 8-30 tahun naik 1,25 bps.

"Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," lanjut dia.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 103,17% memiliki imbal hasil 6,19% atau naik 0,02 bps dari sebelumnya di harga 103,23% memiliki imbal hasil 6,18%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 109,58% memiliki imbal hasil 7,299% atau naik 0,01 bps dari sehari sebelumnya di harga 109,70% memiliki imbal hasil 7,288%.

Pada Selasa (17/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,08 bps di level 118,09 dari sebelumnya di level 118,18.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,004 bps di level 109,396 dari sebelumnya di level 109,40.

Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,64% di atas sebelumnya di level 6,59% dan US Govnt bond 10Yr di 2,30% di bawah sebelumnya 2,30% sehingga spread di level 433,9 di atas sebelumnya di level 428,7.

"Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung bervariatif seiring mulai adanya aksi beli," tambah Reza.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik tipis di kisaran level 8,47%-8,57%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya mendatar di kisaran level 9,00%-9,02%.

Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun naik tipis di kisaran 10,04%-10,07%, dan pada rating BBB turun tipis di kisaran 12,90%-13,00%.

"Tampaknya pergerakan pasar obligasi masih rentan dengan sentimen yang ada. Mulai adanya sentimen negatif membuat pergerakannya cenderung berbalik arah sehingga dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk kembali melepas posisi," kata dia. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x