Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 02:40 WIB

Geliat Ekspektasi Suku Bunga AS Gerus Rupiah

Oleh : - | Selasa, 17 Oktober 2017 | 18:47 WIB
Geliat Ekspektasi Suku Bunga AS Gerus Rupiah
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (17/10/2017) sore, bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp13.492 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.476 per dolar Amerika Serikat.

Analis Monex Investindo Futures Agus Chandra di Jakarta mengatakan bahwa dolar AS mengalami penguatan terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia menyusul tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed seiring kandidat Gubernur The Fed pengganti Janet Yellen selanjutnya dinilai "hawkish".

"Peluang kenaikan suku bunga AS menguat usai berita nominasi John Taylor sebagai kandidat pengganti Janet Yellen, hal tersebut mendorong naik dolar AS," katanya.

Ia menambahkan bahwa kabar di pasar mengenai reformasi pajak AS yang bakal dilakukan tahun ini juga turut memicu permintaan dolar AS meningkat. Penasihat ekonomi utama Gedung Putih Gary Cohn mengatakan bahwa reformasi pajak harus dilakukan tahun ini, bahkan jika perlu anggota parlemen mengorbankan liburan Natal untuk menyelesaikan legislasi perpajakan itu.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa kemungkinan besar John Taylor menjadi calon kuat Gubernur the Fed yang akan diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump kepada Congress AS.

"Taylor termasuk yang mengusulkan naiknya suku bunga," katanya.

Ia menambahkan bahwa John Taylor juga merupakan penemu dari teori Taylor rule, yang mengukur berapa besarnya suku bunag dengan memperhatikan gap antara inflasi dan output.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa ini (17/10) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.490 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.483 per dolar AS. [tar]

Komentar

 
x