Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 02:35 WIB

Dua Sesi Beruntun, Bursa Saham KOSPI Gaet Rekor

Oleh : - | Selasa, 17 Oktober 2017 | 17:02 WIB
Dua Sesi Beruntun, Bursa Saham KOSPI Gaet Rekor
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Seoul - Saham-saham Korea Selatan mencapai rekor tertinggi baru untuk sesi kedua berturut-turut pada Selasa (17/10/2017), karena investor individu membeli saham, mengimbangi penjualan oleh investor asing dan institusional.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 4,32 poin atau 0,17 persen menjadi menetap di 2.484,37 poin, dengan volume perdagangan mencapai 193 juta saham senilai 5,24 triliun won (4,6 miliar dolar AS).

Setelah liburan Chuseok selama 10 hari, Hari Thanksgiving Korea Selatan, yang berakhir Senin lalu (9/10), investor asing telah meraup saham-saham lokal minggu lalu, yang mendorong KOSPI memecahkan rekor tertinggi sebelumnya.

Tren kenaikan KOSPI berhenti Jumat lalu (13/10), namun dilanjutkan lagi pada Senin (16/10), mendorong KOSPI menavigasi wilayah yang belum dipetakan.

KOSPI memecahkan rekor penutupan tertinggi sebelumnya untuk hari perdagangan kedua, sementara mencapai level tertinggi "intra-trading" untuk sesi kelima berturut-turut.

Investor individu membeli saham neto senilai 146 miliar won, mengimbangi penjualan bersih oleh investor asing dan institusi masing-masing senilai 54 miliar won dan 150 miliar won.

Penggerak utama pasar Samsung Electronics menguat 1,6 persen menjadi ditutup pada 2,74 juta won, setelah menyentuh harga tertinggi intra-hari 2,769 juta won pada awal perdagangan.

Perusahaan kimia terkemuka LG Chem menambahkan 0,8 persen, dan pemasok tenaga listrik Korea Electric Power Corp. naik 0,3 persen. Portal internet terbesar Naver naik 0,8 persen, namun produsen mobil papan atas Hyundai Motor turun 2,0 persen.

Raksasa chip memori SK Hynix kehilangan 0,6 persen, dan produsen baja nomor 2 POSCO mundur 2,0 persen. Perusahaan asuransi jiwa terkemuka Samsung Life Insurance turun 1,2 persen, dan Samsung C&T, perusahaan induk de facto Samsung Group, tergelincir 0,3 persen.

Mata uang Korea Selatan berakhir di 1.132,5 won terhadap greenback, turun 4,7 won dari penutupan sebelumnya.

Harga obligasi berakhir lebih rendah. Imbal hasil pada csurat utang pemerintah berjangka tiga tahun naik 2,0 basis poin menjadi 1,947 persen, dan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun yang menjadi acuan bertambah 0,3 basis poin menjadi 2,401 persen. [tar]

Komentar

 
x