Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:04 WIB

Belum Populer, Reksa Dana ETF masih Tertinggal

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:37 WIB
Belum Populer, Reksa Dana ETF masih Tertinggal
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Industri Exchange Traded Fund (ETF) di Indoneia masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan industri reksa dana non ETF karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

President Director sekaligus CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra mengatakan saat ini indnustri ETF di Indonesia masih belum populer dan ketinggalan sangat jauh jika dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika, Jepang dan negara-negara Eropa.

"Yang paling penting adalah sosialisasi karena pasar modal kita masih ketinggalan 10-15 tahun dibandingkan pasar modal global seperti AS, Jepang, dan Eropa. Memang kita butuh waktu untuk catching up. Masih sangat early sekali," kata Guntur di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/10/2017).

Kurangnya jumlah serta kapabilitas dari dealer partisipan dan manajer investasi untuk membuat produk ETF menjadi salah satu kendala yang membuat ETF menjadi kurang populer. Padahal, menurut Guntur, ETF dapat memberikan keuntungan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan reksa dana non ETF.

"Dari sisi transparansi, 100% transparan. Likuiditas terjaga dan kredibilitas jga dijaga karena untuk trading in and out sudah pasti bisa. Kalau reksadana konvensional kan hanya mengikuti pergerakan NAV per hari," lanjut dia.

Hingga September lalu, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah dana kelolaan atau asset under management (AUM) ETF baru mencapai Rp7,88 triliun. Masih sangat jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan reksa dana non ETF yang sudah mencapai Rp407,47 triliun. [jin]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x