Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 23:42 WIB

Pelaku Pasar Tahan Diri Transaksi Obligasi?

Oleh : Monica Wareza | Rabu, 11 Oktober 2017 | 08:52 WIB
Pelaku Pasar Tahan Diri Transaksi Obligasi?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Imbas kenaikan imbal hasil obligasi AS sebelumnya memberikan dampak pelemahan pada obligasi di dalam negeri.

Kondisi itu terefleksi dari sikap pelaku pasar yang cenderung menahan diri dan bahkan cenderung melakukan aksi jual.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan pergerakan pasar obligasi masih mengalami pelemahan meskipun dari pergerakan Rupiah mulai terlihat adanya penguatan.

"Kembalinya aksi jual membuat sejumlah obligasi bergerak turun. Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Rabu (11/10/2017)

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek yakni 1-4 tahun imbal hasilnya rata-rata kembali naik 0,67 bps, tenor menengah bertenor 5-7 tahun naik 2,19 bps dan panjang sepanjang 8-30 tahun naik 1,74 bps.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 103,07% memiliki imbal hasil 6,22% atau naik 0,02 bps dari sebelumnya di harga 103,16% memiliki imbal hasil 6,20%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 109,13% memiliki imbal hasil 7,34% atau naik 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 109,34% memiliki imbal hasil 7,32%.

Pada Selasa (10/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,12 bps di level 118,09 dari sebelumnya di level 118,24. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,04 bps di level 109,37 dari sebelumnya di level 109,41.

Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,59% masih sama seperti dan US Govnt bond 10Yr di 2,370% juga masih sama seperti sebelumnya 2,373% sehingga spread masih di level 421,6.

"Untuk laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya masih terlihat variatif naik," lanjutnya.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik tipis di kisaran level 8,28%-8,38%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya mendatar tipis di kisaran level 9,00%-9,03%.

Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun turun di kisaran 10,03%-10,06%, dan pada rating BBB naik di kisaran 12,80%-12,98%.

"Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana pergerakan pasar obligasi masih dimungkinkan kembali terjadi pelemahan seiring masih adanya aksi jual dari pelaku pasar. Meski dari sisi peluang, terdapat peluang pembalikan arah naik namun, jika pelaku pasar tidak memanfaatkan pelemahan tersebut tentunya pelemahan masih akan terjadi," kata dia. [jin]

Komentar

 
x