Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 22:38 WIB

Perbaikan Ekonomi AS Jadi Derita Pasar Obligasi

Oleh : Monica Wareza | Senin, 9 Oktober 2017 | 10:53 WIB
Perbaikan Ekonomi AS Jadi Derita Pasar Obligasi
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Kembali melemahnya laju Rupiah membuat pergerakan obligasi kembali terkena aksi jual. Pelaku pasar pun memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk kembali melakukan aksi ambil untung.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan ekspektasi membaiknya ekonomi AS yang dibarengi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed memberi tekanan negatif pada rupiah. Laju imbal hasil obligasi AS pun kembali naik dan berimbas negatif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri.

"Meski aksi beli mulai meningkat namun, sejumlah obligasi acuan masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Senin (9/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek yakni 1-4 tahun imbal hasilnya rata-rata masih bergerak naik 4,19 bps, tenor menengah yakni 5-7 tahun naik 2,36 bps, dan panjang dengan tenor 8-30 tahun naik 1,87 bps.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 103,37% memiliki imbal hasil 6,15% atau naik 0,04 bps dari sebelumnya di harga 103,51% memiliki imbal hasil 6,11%. Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 109,46% memiliki imbal hasil 7,31% atau naik 0,06 bps dari sehari sebelumnya di harga 110,15% memiliki imbal hasil 7,25%.

Sementara itu, pada Jumat (6/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,19 bps di level 118,37 dari sebelumnya di level 118,60. Rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,10 bps di level 109,45 dari sebelumnya di level 109,56.

Adapun pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,57% di atas sebelumnya 6,48% dan US Govnt bond 10Yr di 2,37% di atas sebelumnya 2,35% sehingga spread berada di level 420,5 di atas sebelumnya 413,20.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya masih terlihat variatif meski aksi beli mulai meningkat. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun di kisaran level 8,20%-8,30%.

Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya mendatar tipis di kisaran level 8,96%-8,98%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun turun di kisaran 10,00%-10,03%, dan pada rating BBB naik di kisaran 12,70%-12,95%.

"Kembali melemahnya rupiah juga membuat pergerakan pasar obligasi kembali turun. Namun demikian, penurunan yang terjadi diharapkan tidak terlalu signifikan untuk menjaga pergerakan pasar obligasi. Aksi beli tipis pun diharapkan dapat terjadi sehingga pasar obligasi masih memiliki peluang kenaikan," imbuh dia. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x