Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Oktober 2017 | 13:00 WIB

Rupiah Masih Bertenaga Tapi Dolar AS Juga Bangkit

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 8 Oktober 2017 | 15:30 WIB
Rupiah Masih Bertenaga Tapi Dolar AS Juga Bangkit
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menurut Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas mengatakan, secara tren masih dimungkinkan laju rupiah dapat kembali menguat seiring masih adanya imbas berita positif dari dalam negeri.

"Meski demikian, pergerakan rupiah diikuti dengan kembali menguatnya laju dolar AS sehingga juga memiliki peluang pembalikan arah," katanya di Jakarta, Minggu (8/9/2017).

Diharapkan, kata dia, kenaikan pada dolar AS tidak terlalu signifikan sehingga dapat menjaga tren kenaikan rupiah di pekan depan. "Cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan pada rupiah, terutama dari imbas rilis data-data ekonomi di pekan depan," ujarnya.

Reza memperkirakan, laju rupiah berada pada rentang support 13.595 dan resisten 13.448 dalam sepekan ke depan.

Sementara itu, lebih jauh Reza menjelaskan, pergerakan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir kembali melemah seiring mulai masih menguatnya laju dolar AS. Sentimen global yang membuat pelaku pasar masih memegang dolar AS secara tidak langsung membuat rupiah kembali tertekan.

"Selain itu, sentimen positif dari dalam negeri tampak kurang kuat mengangkat rupiah," tuturnya.

Nilai tukar rupiah melemah 0,23% atau lebih rendah dari pelemahan di pekan sebelumnya sebesar 1,20%. Di pekan kemarin, laju rupiah sempat melemah ke level 13.585 atau lebih baik dari sebelumnya di 13.599.

Sementara level tertinggi yang dicapai di angka 13.453 di bawah level tinggi sebelumnya di 13.307. Laju rupiah di pekan kemarin bergerak di atas target support 13.625 dan di bawah resisten 13.300.

Pergerakan rupiah cenderung melemah seiring penguatan laju dolar AS setelah merespons pelemahan euro karena meningkatnya kekhawatiran situasi politik di Spanyol yang sedang mengadakan pemilu.

Adanya kekhawatiran gagalnya suksesi pergantian kepemimpinan di Spanyol membuat laju euro melemah. "Di sisi lain, adanya rilis inflasi bulan September sebesar 0,13 persen di atas perkiraan tidak cukup membuat laju rupiah berbalik naik," timpal Reza.

Adanya ekspektasi dan sikap positif pelaku pasar terhadap rilis kinerja keuangan emiten di periode kuartal III yang dibarengi dengan ekspektasi akan rilis kenaikan indeks aktivitas manufaktur AS memberikan sentimen positif pada pasar keuangan AS yang secara tidak langsung berimbas positif pada pergerakan dolar AS.

Selain itu, masih adanya kekhawatiran refrendum yang terjadi di Spanyol membuat pergerakan euro masih tertekan sehingga terlihat seperti memberi jalan pada terapresiasinya dolar AS.

Pergerakan rupiah sempat menguat seiring aksi jual dolar AS. Tampaknya pelaku pasar memanfaatkan kenaikan dolar AS sebelumnya yang banyak didukung dengan rilis kenaikan data-data ekonominya untuk merealisasikan keuntungan.

Spekulasi yang beredar di pasar di mana calon pengganti Yellen sebagai Gubernur The Fed dianggap kurang hawkish menjadi salah satu penekan dolar AS. Indikasi pelemahan pun terlihat saat Menteri Keuangan AS lebih memilih Jerome Powell dibandingkan Kevin Warsh sebagai Gubernur The Fed. Powell dianggap lebih dovish sehingga berimbas pada pelemahan dolar AS.

Meski pergerakan dolar AS kembali mengalami kenaikan, tidak menghalangi rupiah untuk kembali positif. Kenaikan dolar AS seiring dengan kembali optimisnya pelaku pasar terhadap perbaikan yang ada di ekonomi AS.

Sebelumnya, dolar AS sempat melemah karena pelaku pasar masih bersikap menahan diri terhadap ekspektasi langkah moneter yang akan diambil The Fed jika nantinya dipimpin Jerome Powell yang dianggap dovish (promoneter longgar) dibandingkan Yellen.

Sementara dari dalam negeri, kenaikan rupiah dibarengi dengan peresmian mega proyek PLTU dan terminal batu bara yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. "Tentunya ini merupakan berita positif bagi rupiah," imbuhnya. [jin]

Komentar

 
x