Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:12 WIB

Performa BIRD Turun Akibat Taksi Online

Oleh : Monica Wareza | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 15:18 WIB
Performa BIRD Turun Akibat Taksi Online
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tak hanya PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) yang terkena dampak bermunculannya moda transportasi online, saingannya PT Blue Bird Tbk (BIRD) tampaknya juga mengalami hal yang sama.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, kemudahan yang ditawarkan oleh taksi online sedikit banyak mengganggu posisi BIRD yang selama ini menguasai pangsa pasar taksi.

"Meski BIRD menawarkan layanan yang baik maupun keramahan dari para supirnya, tidak banyak berpengaruh untuk mengurangi layanan yang diberikan oleh taksi online ini," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Sabtu (7/10/2017).

Taksi online ini seidkit banyak berpengaruh pada kinerja BIRD. Hingga semester pertama 2017, pendapatan BIRD telah terpangkas 15,74% menjadi Rp2,08 triliun dari posisi per akhir semester pertama 2016 sebesar Rp2,47 triliun.

Sama seperti TAXI di mana pemasukan BIRD dari segmen kendaraan taksi juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 18,52%. Hanya pemasukan dari sewa kendaraan yang mengalami kenaikan sebesar 0,61%.

Meski mengalami kenaikan, pemasukan dari segmen ini kurang mampu mengimbangi penurunan yang terjadi dari segmen kendaraan taksi karena hanya berkontribusi sebesar 19,65% dari total pemasukan. Selain karena adanya persaingan antar taksi konvensional, BIRD juga menghadapi persaingan dengan penggunaan taksi online di masyarakat.

Dari sisi beban langsung, juga kurang lebih kondisinya sama seperti TAXI di mana cenderung mengalami penurunan. Sebut saja, biaya bahan bakar sepanjang semester pertama 2017 turun 21,07%, beban pengemudi juga turun 15,15% bahkan biaya pemeliharaan, perbaikan, dan suku cadang juga turun signifikan sebanyak 26,65%. Dengan demikian total beban langsung BIRD telah mengalami penurunan 16,03%.

Meski sama-sama mengalami penurunan baik dari sisi pendapatan maupun beban langsung, hal yang membedakan antara TAXI dan BIRD dari sisi kinerja ialah BIRD masih mencatatkan keuntungan meskipun terlihat adanya penurunan. Sementara TAXI cenderung merugi. Laba atribusi BIRD tercatat sebesar Rp193,08 miliar, turun 15,65 persen dari semester pertama 2016 sebesar Rp230,32 miliar.

"Dari sisi aktiva, sepanjang semester pertama 2017 BIRD telah melakukan penambahan armada yang diperkirakan untuk peremajaan, juga melalukan pengurangan yang jumlahnya cukup besar," lanjut dia.

Nilai penambahan armada sebesar Rp93,68 miliar namun nilai pengurangannya sebesar Rp329,67 miliar. Dengan demikian, nilai aktiva tetap pun setelah dikurangi akumulasi penyusutan telah mengalami penurunan. Akibat penurunan ini maka berimbas pada penurunan total aktiva BIRD di mana pada akhir semester pertama 2017 tercatat sebesar Rp7 triliun atau turun 4,08% dari posisi per akhir 2016 sebesar Rp7,3 triliun.

"Sementara itu, masih ter-cover-nya biaya-biaya yang timbul tidak membuat BIRD banyak mengandalkan pendanaan dari eksternal. Tercatat jumlah liabilitas baik jangka pendek maupun panjang tercatat menurun," tambahnya.

Total liabilitas jangka pendek per akhir semester pertama 2017 tercatat Rp783,88 miliar atau turun 3,71% dibandingkan posisi per akhir 2016 sebesar Rp814,10 miliar. Tidak hanya itu, utang bank jangka panjang yang telah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun pun turun signifikan 27,86% sehingga berimbas pada penurunan liabilitas jangka panjang sebesar 16,89% dari Rp1,82 triliun di akhir 2016 menjadi Rp Rp1,52 triliun per akhir semester pertama 2017.

Secara kinerja, meski sama-sama mengalami penurunan, tampaknya penurunan kinerja BIRD masih lebih baik dibandingkan kinerja TAXI. Adanya kerjasama dengan pihak Go-Jek meski belum terlihat signfikan, tidak membuat kinerja BIRD terpuruk. Hal ini diperkirakan dari penguasaan pangsa pasar BIRD dalam industri taksi yang cukup besar sekitar 30% sehingga BIRD memiliki peluang menjaga pemasukannya yang juga ditopang oleh adanya kerjasama dengan berbagai korporat.

Selain itu, upaya manajemen untuk dapat mengelola biaya yang timbul diperkirakan akan dapat membuat BIRD mampu bertahan di tengah persaingan yang cukup ketat. Hadirnya aplikasi My Blue Bird untuk menyesuaikan dengan perkembangan jaman cukup membantu memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan pemesanan taksi.

"Selain menghadapi penurunan kinerja dan upaya bersaing di industri transportasi, BIRD juga menghadapi upaya untuk dapat mempertahankan pangsa pasarnya," kata Reza.

Berbagai promo yang dapat dilakukan maupun program diskon maupun kerjasama dengan berbagai merchant kemungkinan dapat dipertimbangkan untuk ditawarkan kepada masyarakat dibandingkan harus ikut dalam persaingan harga yang pada akhirnya tidak masuk dalam skala ekonomis BIRD yang akan membuat kinerja lebih terpuruk. Selain itu, juga dapat melakukan program efisiensi di beberapa hal untuk dapat membantu bertahan. [jin]

Tags

Komentar

 
x