Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:20 WIB

Dolar Berbalik Negatif Akibat Data Pekerjaan

Oleh : Monica Wareza | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 04:33 WIB
Dolar Berbalik Negatif Akibat Data Pekerjaan
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dolar AS berbalik negatif pada hari Jumat (6/10/2017) setelah sebelumnya melonjak dan laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan penurunan penciptaan lapangan kerja dalam tujuh tahun.
Indeks Dolar ICE turun 0,2% pada 93,809, setelah mencapai level tertinggi intraday di 94,261. Pada minggu ini, indeks ini naik 0.8%. WSJ Dollar Index sedikit berubah pada 86,97, naik 0,8% pada minggu in seperti mengutip marketwatch.com.
Sementara, poundsterling Inggris ditutup di harga US$ ,3068, turun dari US$1,3118 di akhir perdagangan Kamis (5/10/2017) di New York dan mengalami kenaikan yang drastis sejak awal September. Dari minggu ke minggu, sterling turun 2,5%, menjadikannya terbesar sejak pekan yang berakhir 7 Oktober tahun lalu, ketika mata uang tersebut turun 4,1% terhadap dolar setelah penurunan kilat. Terhadap euro, sedikit berubah dengan satu euro membeli 0,8980, naik 1,8% sejak Jumat lalu.
Euro menguat saat sesi berlanjut, terakhir berpindah tangan pada US$1,1735, naik dari US$1,1711 akhir Kamis di New York, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak Juli. Pada minggu ini, euro turun 0,7%.
Dolar tergelincir terhadap yen Jepang di harga 112,65 setelah awalnya melompat ke level tertinggi 12 minggu, dibandingkan dengan 112,82 Kamis malam. Dolar sedikit berubah terhadap yen pada pekan ini, mengalami kenaikan 0,1%.
Terhadap franc Swiss, dolar sedikit berubah pada 0,9782 franc. Pada pekan ini, dolar melompat 1,1% terhadap franc, menjadikannya pergerakan mingguan terbesar kedua di antara pasangan mata uang utama.
Di AS, data adalah penopang kuat, dengan investor memusatkan pada kenaikan gaji sebesar 0,5% pada bulan September. Data ini membawa kenaikan dari tahun ke tahun menjadi 2,9% dibandingkan 2,7% di bulan Agustus, mencocokkan tinggi pascabayar. Hasil Treasury 2 tahun melonjak, berkontribusi terhadap lonjakan mata uang dolar yang lebih tinggi.
Sementara itu, Robert Kaplan dari The Fed mengatakan bahwa dia ragu-ragu mengenai kenaikan suku bunga bulan Desember. Secara terpisah, Departemen Keuangan mengatakan bahwa bagian dari Dodd-Frank Act harus dicabut dalam upaya untuk merampingkan sistem peraturan. [hid]

Komentar

 
x