Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:43 WIB

Mandiri Syariah Bakal Terbitkan e-Money di 2018

Oleh : Ahmad Munjin | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 03:39 WIB
Mandiri Syariah Bakal Terbitkan e-Money di 2018
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bogor - Mandiri Syariah merencanakan untuk menerbitkan uang elektronik (e-money) sendiri pada 2018 yang masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Sejauh ini, kartu yang diterbitkan masih merupakan co-branding dengan induknya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

"Untuk membuat branding sendiri, mengharuskan Mandiri Syariah sebagai issuer (penerbit). Memang, rencananya untuk menjadi issuer kartu e-money itu pada 2018. Itu memang harus masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Itu memang salah satu inisiatif yang kita akan lakukan di 2018. Kita akan menjadi issuer. Jadi, kita juga menerbitkan kartu e-money sendiri," kata Edwin Dwidjajanto, Distribution and Services Director Mandiri Syariah, di Bogor, Jumat (6/10/2017).

Hal itu diungkapkan Edwin usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) perihal produk jasa layanan perbankan sistem host to host untuk pembayaran SPP mahasiswa.

Ditanya berapa nilai investasi untuk menjadi issuer, Edwin mengaku belum bisa menyebutkan nilai nominalnya. "Kebetulan rencana ini baru kita bahas tadi pagi (Jumat, 6/10/2017) untuk inisiatif rencana strategis 2018 di mana sudah seharusnya kita menjadi issuer. Cuma kita belum bisa bicara lebih dalam mengenai berapa capital expenditure (belanja modal) yang kita butuhkan. Kita belum hitung," papar dia.

Dari sisi penamaan, Mandiri Syariah belum punya niatan untuk mengubahnya. "Mungkin kita masih pakai nama e-money karena masyarakat sudah familiar dengan nama itu," timpal Edwin.

Selama ini, uang elektronik Mandiri Syariah masih merupakan co-branding dengan Bank Mandiri. "Artinya, Mandiri Syariah belum menjadi issuer. Kita masih menggunakan e-money milik Bank Mandiri tapi berlogo Mandiri Syariah. Topup pun belum bisa dilakukan di ATM Mandiri Syariah melainkan di ATM Bank Mandiri dan masih free charge," unngkap Edwin.

Jika topup dilakukan di Alfamart atau Indomaret bisa dikenakan biaya, tapi dari pihak bank sebenarnya tidak. "Soal biaya itu harus ada kesepakatan antara bank dengan para pihak ritel. Sejauh ini, BSM belum ada kerja sama. Kalau sudah kerja sama, tinggal kesepakatannya seperti apa," tuturnya.

Untuk biaya top up, ke depannya, Mandiri Syariah akan mengikuti kebijakan pemerintah. "Soal itu tergantung regulator yang mengatur. Sekarang, kebijakan masing-masing bank juga berbeda. Ada yang masih mengenakan biaya untuk topup karena ini berkaitan dengan nilai investasi yang mereka harus keluarkan," kata dia.

Untuk distribusi dan pemasaran, selama ini Mandiri Syariah masih menggunakan jaringan kantor cabang. "Lalu, sekarang kita mau dengan kerja sama dengan pihak ketiganya dari Bank Mandiri yang banyak melakukan pemasaran e-money di gerbang-gerbang tol. Kita sedang jajaki. Mungkin pekan depan, orang-orang yang jualan e-money BSM sudah ada di sekitar gerbang tol yang ada di Jakarta," papar dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, seiring pemberlakukan e-money untuk semua jalan tol akhir Oktober 2017, uang elektronik yang dikeluarkan oleh Mandiri Syariah diproyeksikan 25 ribu kartu hingga akhir 2017. "Sekitar 25 ribu kartu yang ingin kita lepas sampai dengan akhir tahun," tuturnya.

Sementara itu, dari sisi keuntungan bank dari e-moeney, menurut Edwin, sebenarnya tidak ada. Sebab, uang e-money tidak masuk ke dalam Dana Pihak Ketiga (DPK). "Dari sisi bank, kita malah banyak mengeluarkan dari sisi investasi. E-money hanya merupakan salah satu layanan tambahan dari bank. Artinya, bank punya beberapa produk sehingga nasabah tidak perlu pindah ke bank lain dan bisa melakukan berbagai transaksi di satu bank saja," ucap dia tandas.

Dari sisi teknis, kartu e-money sama seperti kartu isi ulang. "Kalau terjadi masalah, itu lebih ke alat tapping-nya. Untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi, saya lebih menyarankan dari sisi cara menyimpan kartunya. Kartu e-money tidak memilik money scrubber. Artinya, dari sisi teknis kartu, e-money lebih aman. Mungkin cara penyimpanan saja. Misalnya, ditaruh di dompet, takut ketekuk sehingga mungkin berpengaruh pada sensitivitas saat kartu ditempelkan ke reader di mesin GTO," imbuhnya. [jin]

Komentar

 
x