Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:11 WIB

Ini Emiten Masuk Daftar Delisting Paksa

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 28 September 2017 | 15:42 WIB
Ini Emiten Masuk Daftar Delisting Paksa
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan penghapusan secara paksa atau force delisting terhadap beberapa emiten yang dianggap sudah tidak memenuhi ketentuan lagi, dimulai pada 23 Oktober nanti.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan BEI terus melakukan pengkajian ulang terhadap emiten yang dianggap sudah tidak layak dan tidak memenuhi kewajibannya sebagai perusahaan tercatat di BEI.

"Kami sedang meriview (kaji) emiten-emiten yang sudah kami suspend atau penghentian perdagangan sementara dalam kurun waktu lama (dua tahun lebih) dan emiten itu tidak mau memenuhi kewajiban sebagai emiten," kata Samsul di Gedung BEI Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Menurut Samsul, kewajiban yang paling utama sebagai perusahaan publik adalah mengenia keterbukaan informasi kepada para pemegang saham. Sementara itu, BEI telah berkali-kali mengingatkan emiten tersebut untuk memberikan keterbukaan informasi kepada para pemegang sahamnya.

"Kalau tidak memenuhi kewajiban sebagai perusahaan tercatat maka kami akan gunakan kewenangan kami dengan men-delisting secara paksa, sehingga kami tidak menutup emiten lainya kami delisting," lanjutnya.

Pada 23 Oktober mendatang, BEI akan menjatuhkan force delisting kepada PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) yang sudah disuspensi sejak 2015 silam.

Sementara itu, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) elah disuspensi lebih dari dua tahun karena tidak memenuhi kewajiban kepada BEI terkait biaya pencatatan tahunan.

Sedangkan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA), PT Skybee (SKBY) dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (TKGO) disuspensi lebih dari dua tahun karena tidak menyampaikan laporan keuangan. [hid]

Komentar

 
x