Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:12 WIB

Inilah Persiapan IPO PT Kapuas Prima Coal

Oleh : Monica Wareza | Rabu, 27 September 2017 | 00:17 WIB
Inilah Persiapan IPO PT Kapuas Prima Coal
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Kapuas Prima Coal akan segera menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia dengan melepas sebanyak 1,050 miliar lembar sahamnya ke publik.

Direktur Kapuas Prima Coal, Hendra William mengatakan langkah melepas saham ke publik melalui penerbitan saham pertama atau initial public offering (IPO) ini untuk membuka akses keuangan perseroan yang lebih luas.

"Dengan begitu perseroan akan menjadi lebih transparan, akuntabel, profesional dan mengikuti ketentuan good corporate governance sehingga bisa meningkatkan bisnis perusahaan," kata Hendra di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Menurut Hendra, pelepasan saham ini dilakukan perseroan dilakukan dalam dua langkah yakni dengan menkonversi Mandatory Convertible Bond (MCB) senilai Rp70 miliar atau setara dengan 500 juta lembar saham. Sisanya sebanyak 550 juta lembarnya lagi akan dilepas ke publik.

Harga saham yang ditawarkan pada kisaran harga Rp120-Rp170 per saham. Sehingga nanti perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp126 miliar hingga Rp178,5 miliar.

Dana ini nantinya untuk belanja modal maupun modal kerja. Dengan belanja modal digunakan untuk eksplorasi dan pembangunan infrastruktur sehingga akan memberikan kemampuan keuangan yang lebih kuat, serta mendukung strategi pengembangan usaha.

Perusahaan akan memulai proses book building mulai 26-28 September 2017. Per menargetkan untuk dapat melantai di bursa pada 16 Oktober 2017 mendatang.

Kapuas Prima Coal merupakan erusahaan pertambangan dan perdagangan pertambangan. Produk tambang yang dihasilkan adalah timbal (Pb), Seng (Zn) dan bijih besi (Fe). Perusahaan memiliki floatation plant.

Selain itu, perseroan juga memiliki 30% di PT Kapuas Prima Citra yang merupakan smelter timbal (Pb) dengan sisa kepemilikan 70% dimiliki oleh PT Indonesia Royal Resources yang telah berpengalaman di smelter timbal berkapasitas pabrik 40.000 ton konsentrat timbal (pb). Menghasilkan 20.000 ton timbal bullion per tahun. [hid]

Komentar

 
x