Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:50 WIB

Belum Untung di e-Money, Ini Saran Saham BBCA

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 25 September 2017 | 10:07 WIB
Belum Untung di e-Money, Ini Saran Saham BBCA
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pihak PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengaku belum untung dari transaksi uang elekronik alias e-money. Meski begitu, analis merekomendasikan trading buy sahamnya selama dapat bertahan di atas Rp19.800.

Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas mengatakan, terkadang untuk memberikan layanan kepada konsumen, perusahaan harus mau berkorban, alih-alih bertujuan memberikan pelayanan terbaiknya sehingga konsumen tidak pindah ke perusahaan lain. "Namun demikian, perusahaan tetap harus memperhitungkan sisi bisnis sehingga kerugian di awal dapat terukur," kata dia di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Bisa juga, lanjut Reza, perusahaan melakukan diversifikasi produk untuk mengimbangi belum adanya keuntungan yang ditawarkan dari produk untuk pelayanan nasabah tersebut. "Seperti yang dilakukan oleh BCA di mana dikeluarkannya produk Flazz lebih kepada kemudahan yang ditawarkan kepada nasabahnya untuk melakukan aktivitas transaksi," ucapnya.

Sebelumnya, pihak BCA mengaku bisnis uang elektronik yang ada saat ini belum menghasilkan keuntungan. Hal ini berdasarkan hitung-hitungan bisnis di Flazz. Menurut Jahja Setiaatmaja, Presiden Direktur BCA, dari 13 juta kartu Flazz saat ini total dana yang terkumpul sebesar Rp200 miliar.

"Namun dengan speed sebesar 6% sampai 7% pendapatan di bisnis Flazz dalam satu tahun diperkirakan Rp18 miliar," kata Jahja, Selasa (19/9/2017).

Dari pendapatan tersebut, bank harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp80 miliar. Sehingga, bisa dibilang profit-nya masih minus. Beberapa biaya operasional yang harus dikeluarkan BCA di bisnis uang elektronik ini di antaranya adalah perawatan sistem dan EDC.

Secara umum BCA mengakui tidak mencari keuntungan di bisnis uang elektronik ini. Namun bisnis ini ditujukan untuk pelayanan kepada nasabah.

Akan tetapi, Reza kembali menggarisbawahi, di sisi lain, tidak hanya menawarkan Flazz kepada nasabahnya, BCA juga menawarkan layanan lainnya mulai dari pelayanan tabungan hingga m-banking yang berbasiskan data dan penggunaan internet. "Dengan demikian, tujuan manajemen dalam meningkatkan kinerja BCA dapat tetap terjaga," timpal dia.

Dari sisi kinerja, meski tumbuh tipis, Reza masih memandang positif terjaganya kinerja dari BCA. Bank swasta nasional ini mampu memperoleh laba bersih Rp10,5 triliun atau naik 10% pada semester I-2017 yang didorong pertumbuhan penyaluran kredit hingga 11,9%.

Begitu juga dengan upaya BCA yang ekstra hati-hati dalam menjaga rasio kredit bermasalah. Non Performing Loans (NPL) BCA di semester I 2017 sebesar 1,5% (gross) atau naik sebesar 1,4% dibandingkan periode semester I 2016.

Secara valuasi fundamental, Reza masih mempertahankan target harga saham BCA di level Rp23.050 yang mencerminkan Price to Book Value (PBV) 4,70x. Sementara itu, saat ini saham BCA ditransaksikan di kisaran Rp19.025-Rp19.975 setelah menguat signifikan.

"Secara harian, rekomendasi trading buy selama dapat bertahan di atas Rp19.800. Secara teknikal, level support berada di kisaran Rp19.725-19.800 dan resisten Rp19.950-Rp20.000," imbuhnya. [hid]

Komentar

 
x