Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:29 WIB

Rupiah Terdongkrak Kenaikan Harga Minyak

Oleh : - | Jumat, 22 September 2017 | 17:52 WIB
Rupiah Terdongkrak Kenaikan Harga Minyak
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (22/9/2017) sore, bergerak menguat sebesar 46 poin menjadi Rp13.293 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.339 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (22/9/2017) mengatakan bahwa harga minyak mentah dunia yang menguat berada di level 50 dolar AS per barel berdampak positif pada mata uang berbasis komoditas seperti rupiah.

"Mata uang komoditas terbawa sentimen positif dari harga minyak mentah dunia yang naik. Dolar AS yang melemah membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar AS menjadi lebih murah, sehingga cenderung mendukung permintaan," katanya.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude berada di posisi 50,53 dolar AS per barel, dan Brent Crude di level 56,46 dolar AS per barel.

Di sisi lain, lanjut dia, ekspektasi pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia mengenai BI 7-day Reverse Repo Rate yang akan dipertahankan di level 4,5 persen turut menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah.

"BI 7-day Reverse Repo Rate dilevel itu masih direspon positif sebagian pasar untuk menjaga stabilitas makroekonomi," katanya.

Sementara itu, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan bahwa hari ini (22/9) Baknk Indonesia akan memutuskan kebijakan suku bunga acuannya dengan ekspektasi turun 25 bps menjadi 4,25 persen.

Ia mengemukakan bahwa potensi penurunan itu dengan melihat beberapa faktor, diantaranya penjualan di tingkat ritel turun dibandingkan periode sama tahun 2016 sebagai indikasi potensi konsumsi RT yang menurun. Ekonomi membutuhkan dorongan pertumbuhan.

Kemudian, pertumbuhan kredit per Juli 2017 masih sekitar 8 persen (yoy). Lalu, faktor deflasi pada bulan Agustus. Dan, keputusan the Fed yang tidak menaikkan suku bunganya pada pertemuan FOMC 20 September lalu.

"Ada ruang bagi BI menurunkan suku bunga acuan untuk mempercepat transmisi penyaluran kredit perbankan yang bisa mendorong ekonomi di tahun 2018," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat ini (22/9) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.325 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.270 per dolar AS. [tar]

Komentar

 
x