Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:23 WIB

ANTM Rintis Area Wisata Lebak di Eks Tambang

Oleh : Monica Wareza | Rabu, 20 September 2017 | 20:01 WIB
ANTM Rintis Area Wisata Lebak di Eks Tambang
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengembangkan area transportasi bawah tanah eks tambang emas Cikotok menjadi kawasan wisata di Cikotok, Kabupaten Lebak.

Direktur Operasi perseroan, Hari Widjajanto mengatakan tambang emas Cikotok merupakan salah satu dari 7 badan atau perusahaan yang dimerjer saat pembentukan ANTAM pada tanggal 5 Juli 1968.

"Tambang emas Cikotok merupakan warisan peninggalan sejarah sebagai pertambangan emas milik negara pertama yang beroperasi lintas jaman yakni masa kolonial dan masa kemerdekaan," kata Hari dalam keterbukaan informasi di BEI, Rabu (20/9/2017).

Taman Derek pada awalnya merupakan mine shaft derrick berupa lubang bukaan vertikal sedalam lebih dari 110 meter yang dibangun pada tahun 1940 untuk menghubungkan tambang bawah tanah Cikotok dengan permukaan tanah serta alat transportasi pekerja tambang.

Menara Derek telah menjadi benda cagar budaya dengan ketetapan SK Bupati Lebak No. 004/178-Disporabudpar/V/2010 tentang Daftar Nama Benda-Benda Cagar Budaya di Lingkungan Pemda Kabupaten Lebak. Nantinya Cikotok akan diandalkan oleh Pemda Kabupaten Lebak sebagai kawasan geowisata, melengkapi objek wisata lainnya seperti kebun teh Cikuya, pantai Sawarna dan beragam air terjun di Kabupaten Lebak.

Taman Derek ini akan melengkapi infrastruktur lainnya yakni pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), fasilitas stadion olahraga, pasar dan sub-terminal
terpadu Cikotok serta renovasi Puskesmas Cibeber yang dilengkapi dengan fasilitas rawat inap di Lebak.

Penambangan emas di Cikotok awalnya dilakukan oleh perusahaan Belanda, Naamloze Vennootschap Mijnbouw Maatschappij Zuid Bantam pada tahun 1936 namun berhenti pada tahun 1939 saat pecah Perang Dunia ke-II. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, tambang Cikotok berada di bawah pengawasan Jawatan Pertambangan Republik Indonesia hingga akhirnya pada tahun 1960 statusnya berubah menjadi Perusahaan Negara.

Masa penambangan emas Cikotok memasuki fase pascatambang pada tahun 2008 dan pada bulan Januari 2016 ANTM mengakhiri kegiatan pascatambang
dengan persetujuan Pemda Kabupaten Lebak, Provinsi Banten melalui Surat Persetujuan Bupati Lebak tertanggal 11 Desember 2015. [hid]

Komentar

 
x