Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:47 WIB

Peserta ARA 2016 Hanya Naik 3,6%

Oleh : Monica Wareza | Rabu, 20 September 2017 | 10:04 WIB
Peserta ARA 2016 Hanya Naik 3,6%
(Foto: inilahcom/Monica)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Annual Report Award (ARA) tahun 2016 menyeleksi 314 peserta, yang terdiri dari 301 perusahaan umum dan 13 dana pensiun. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 3,63% jika dibandingkan dengan pelaksanan kegiatan ARA 2015.

Acara ini digelar tiap tahun sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2002 silam. ARA merupakan kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktorat Jendral Pajak, Kementerian Keuangan dan Komite Nasional Kebijakan Governance serta Ikatan Akuntan Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK sekaligus Ketua Penyelenggara ARA 2016, Hoesen mengatakan bahwa kegiatan ARA bertujuan untuk mendorong penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui keterbukaan informasi dan praktik-praktik GCG, yang dilakukan melalui penilaian terhadap laporan tahunan perusahaan dan pemberian rekomendasi perbaikan terhadap seluruh peserta ARA.

"Penilaian dilakukan berdasarkan data publik untuk mengukur keterbukaan informasi laporan tahunan yang sesuai dengan ketentuan dan pedoman yang berlaku dan disajikan secara relevan dan wajar," kata Hoesen di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

"Sejumlah perubahan dilakukan pada Kriteria ARA dalam rangka menyelaraskan kriteria dengan beberapa peraturan OJK terkait Laporan Tahunan Emiten dan Perusahaan Publik, Situs Web, Sekretaris Perusahaan, dan Penerapan Manajemen Risiko Dapen," lanjut dia.

Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK), Wimboh Santoso mengatakan bahwa Indonesia masih sangat tertinggal dengan negara di kawasan Asean, terbukti dengan mhanya bisa menempat dua emiten saja dalam ASEAN's Top 50 Issuers with the best GCG dalam ajang penganugerahan ASEAN Corporate Governance Awards 2015 yang diselenggarakan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) di Manila, Filipina.

"Besar harapan saya bahwa akan banyak lagi emiten-emiten Indonesia yang mampu menembus Top 50 ASEAN Companies pada ajang ASEAN Corporate Governance Awards berikutnya," kata Wimboh dalam kesempatan yang sama.

Kedua emiten yang newakili Indonesia tersebut adalah T Bank Danamon Tbk (BDMN) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Meski begitu, capaian ini masih kalah jauah dengan pencapaian dari negara Thailand yang berhasil mengirim sebanyak 23 emitennya, Filipina dengan 11 emiten, Singapura dengan 8 emiten dan Malaysia dengan 6 emiten.

Dewan Juri menetapkan pemenang ARA 2016 untuk masing-masing kategori dan juara umum. Setelah melalui berbagai rangkaian proses penilaian, Dewan Juri ARA 2016 menetapkan juara 1 sampai dengan 3 untuk setiap kategori dan juara umum.

Adapun 11 kategori pemenang dalam ARA 2014 yang diurutkan dari juara satu sampai tiga sebagai berikut:


A. Dana pensiun


1. Dana Pensiun PT Telkom.

2. Dana Pensiun Bank Mandiri.

3. Dana Pensiun Perkebunan.


B. BUMD Listed


1. PT BPD Jawa Barat dan Banten.

2. PT BPD Jawa Tengah.

3. PT Bank DKI.


C. BUMN Non Listed


1. PT BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

2. PT Mass Rapid Transit Jakarta.

3. PT BPD Kalimantan Selatan.


D. Private Keuangan Listed


1. PT Bank CIMB Niaga Tbk.

2. PT Bank Victoria International Tbk.

3. PT Bank QNB Indonesia Tbk.


E. Private Keuangan Non Listed


1. PT Bank Mandiri Taspen Pos.

2. PT Tugu Pratama Indonesia.

3. PT Bank Sahabat Sampoerna.


F. Private Non Keuangan Listed


1. PT AKR corporibdo Tbk.

2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

3. PT Unilever Indonesia Tbk.


G. Private Non Keuangan Non Listed


1. PT Semen Tonasa.

2. PT Pupuk Kalimantan Timur.

3. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia.


H. BUMN Non Keuangan Listed


1. PT Aneka Tambang (Peesero) Tbk.

2. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

3. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.


I. BUMN Non Keuangan Non Listed


1. Perum Percetakan Uang Republik Indonesia.

2. PT Bio Farma (Persero).

3. PT Nindya Karya (Persero).


J. BUMN Keuangan Listed


1. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

2. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

3. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).


K. BUMN Keuangan Non Listed


1. PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).

2. Perum Jaminan Kredit Indonesia.

3. PT ASABRI (Persero). [hid]

Komentar

 
x