Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Januari 2018 | 18:10 WIB

Rudal Korut Masih Pengaruh Pasar Obligasi

Oleh : Monica Wareza | Senin, 18 September 2017 | 13:33 WIB
Rudal Korut Masih Pengaruh Pasar Obligasi
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Surplusnya neraca perdagangan seiring meningkatnya permintaan aset safe haven saat investor mengkhawatirkan peningkatan tensi geopolitik di Korea telah memicu pasar obligasi dalam negeri lebih fluktuatif.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan pergerakan pasar obligasi di akhir pekan masih cenderung variatif seiring melemahnya laju Rupiah dan minimnya sentimen positif. "Mulai adanya aksi jual membuat harga SUN cenderung melemah," kata Reza dalam catatannya, Senin (18/9/2017).

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun denganharga 103,85% memiliki imbal hasil 6,04% atau turun -0,01 bps dari sebelumnya di harga 103,82% memiliki imbal hasil 6,05%. Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 109,95% memiliki imbal hasil 7,27% atau naik 0,03 bps dari sehari sebelumnya diharga 110,26% memiliki imbal hasil 7,24%.

Sementara itu, untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata masih bergerak turun -1,84 bps, tenor menengah (5-7 tahun) naik 4,19 bps dan panjang (8-30 tahun) naik 3,41 bps.

Pada Jumat (15/9/2017), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,16 bps di level118,56 dari sebelumnya di level 118,75. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,06 bps di level 109,67 dari sebelumnya di level 109,74.

Pergerakan imbal hasil SUN 10 Yr di level 6,50% di bawah sebelumnya 6,55% dan US Govnt bond 10Yr di 2,21% di atas sebelumnya 2,19% sehingga spread di level 429 bps di bawah sebelumnya 436,6 bps.

"Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali naik tipis untuk sejumlah tenor dan rating seiring mulai adanya aksi jual," lanjutnya.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10bergerak naik di kisaran level 8,25%-8,35%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya naik di kisaran level8,94%-8,99%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun naik di kisaran 10,00%-10,03%, dan pada rating BBB naik di kisaran 12,75%-12,90%.

"Pelaku pasar pun diperkirakan masih akan cenderung melakukan aksi jual. Meski demikian, diharapkan aksi jual dapat terbatas untuk mencegah pelemahan lebih dalam," tambah dia.

Meningkatnya imbal hasil obligasi AS yang dibarengi dengan potensi melemahnya laju Rupiah dan imbas meningkatnya permintaan aset safe haven dapat membuat pasar obligasi dalam negeri cenderung tertahan. Diharapkan Rupiah dapat berbalik positif untuk membantu berbalik positifnya laju pasar obligasi. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x