Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:47 WIB

Direksi Jual Saham, Saatnya Tampung Saham BBCA

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 18 September 2017 | 09:25 WIB
Direksi Jual Saham, Saatnya Tampung Saham BBCA
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menilai adanya penjualan saham yang dilakukan oleh beberapa direksi PT Bank Central Asia (BCA) masih wajar dilakukan untuk kepentingan pribadinya masing-masing.

Menurut Reza, penjualan saham itu bukan diartikan kurangnya andil dari beberapa direksi tersebut terhadap perkembangan emiten dengan kode saham BBCA itu ke depannya.

Per Juni 2017, kepemilikan Jahja S mencapai 0,04 persen dengan jumlah lembar saham 8,8 juta lembar; Henry K memiliki 925,26 ribu lembar saham; dan Subur Tan memiliki 3,3 juta lembar.

"Dengan demikian, adanya penjualan tersebut tidak banyak memengaruhi besaran persentase kepemilikan para direksi tersebut terhadap susunan pemegang saham. Bahkan terhadap kinerja keuangan pun juga tidak banyak berimbas," katanya di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Dari informasi yang diperoleh, kinerja BBCA hingga semester pertama 2017 membukukan perolehan laba mencapai Rp10,5 triliun atau mengalami peningkatan 10% dibanding pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,6 triliun.

Adapun salah satu pendongkrak pertumbuhan laba BBCA antara lain dari menurunnya biaya pencadangan. Pos ini menurun 53,3% per Juni 2017 menjadi Rp 936 miliar dari Rp2 triliun pada periode tahun sebelumnya.

"Dengan kata lain, potensi akan terjadinya kredit macet kian menurun. BBCA tetap berupaya mencoba mengendalikan biaya operasional guna menekan tergerusnya laba. Selain itu, juga akan meningkatkan volume usaha atau pertumbuhan kredit perseroan," papar dia.

Selain penurunan pencadangan, laba perseroan ditopang oleh biaya pendapatan. Pendapatan bunga bersih dan pendapatan lainnya yang mengalami kenaikan 4,9% menjadi Rp27,4 triliun di semester I 2017 dibandingkan periode tahun lalu Rp26,1 triliun.

Pendapatan bunga bersih pun masih berkontribusi sebesar 74,3% terhadap total pendapatan operasional yang mencapai Rp 27,41 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit BCA tercatat tumbuh 11,9% secara tahunan menjadi Rp433,61 triliun pada paruh pertama tahun lalu.

Saat ini, saham BBCA ditransaksikan di kisaran Rp18.825-Rp19.025 dengan terjadinya penurunan. "Kebetulan juga penurunan terjadi setelah para direksi tersebut melakukan aksi jual pada periode 13 hingga 14 September," tuturnya.

Adanya imbas dari kondisi pasar yang dibarengi dengan aksi profit taking membuat laju BBCA menjadi turun. "Meski demikian, tren yang terjadi masih cenderung sideways selama beberapa minggu terakhir," timpal dia.

Di atas semua itu, Reza merekomendasikan buy on weakness (BoW) di kisaran Rp18.750-Rp18.775 dengan asumsi mampu bertahan di atas Rp18.700.

"Secara teknikal, support saham BBCA berada di kisaran Rp18.675-Rp18.700 dan resisten Rp18.975-Rp19.100," imbuhnya. [hid]

Komentar

 
x