Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:01 WIB

Turut Bangun Skytrain, Ini Rekomendasi Saham WIKA

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 18 September 2017 | 08:19 WIB
Turut Bangun Skytrain, Ini Rekomendasi Saham WIKA
Analis Senior dari PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Analis Senior dari PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan saham PT Wijaya Karya (WIKA) mendapatkan angin segar saat ini.

Berita positif untuk WIKA dimaksud adalah pembangunan Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan bagian dari proyek pembangunan yang dikerjakan oleh WIKA yang berkolaborasi dengan PT LEN Industri (Persero) dan Perusahaan Korea Selatan, Woojin.

Total nilai investasi proyek Skytrain mencapai sekitar Rp950 miliar, di mana Rp530 miliar digunakan untuk pengadaan rangkaian kereta dan Rp420 miliar untuk pembangunan lintasan.

"Dari informasi yang kami peroleh, pada tahap awal, Skytrain melayani perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya pada pukul 07.00-09.00 WIB, 12.00-14.00 WIB, serta 17.00-19.00 WIB. Nantinya Skytrain akan beroperasi 24 jam dalam sehari," kata Reza di Jakarta, Senin (18/8/2017).

Penumpang pesawat juga dapat mengetahui jadwal keberangkatan dan kedatangan Skytrain melalui aplikasi Indonesia Airport di telepon pintas iOS dan Android. Pada tahap awal kereta itu melewati rute sepanjang 1.700 meter. Kapasitas satu set Skytrain yang terdiri atas dua kereta sebanyak 176 orang.

Selain ikut terlibat dalam pembangunan Skytrain tersebut, WIKA juga ikut terlibat dalam pembangunan proyek konstruksi lainnya. Hingga September 2017, WIKA berhasil membukukan kontrak dihadapi sebesar Rp94,07 triliun atau mencapai 91,1 persen dari target kontrak dihadapi di 2017 senilai Rp103,25 trilliun.

Pencapaian yang jauh lebih cepat di atas target ini didukung kemampuan perseroan untuk memenangkan berbagai kontrak baru yang melonjak 31,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun kontribusi terbesar pencapaian kontrak baru secara berturut-turut datang dari sektor infrastruktur, gedung dan properti dengan pencapaian kontrak Rp20,66 triliun disusul sektor energi dan pabrik industrial Rp6,45 triliun.

Sementara itu, pencapaian kontrak dari sektor industri menyumbang senilai Rp3,65 triliun. Kontrak baru yang didapat di antaranya berasal dari Revitalisasi Pabrik Gula Rendeng PTPN IX, Pembangunan Pengendali Banjir di Batang, penahan dinding Bendungan Jatigede dan Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Saat ini, lanjut dia, saham WIKA ditransaksikan di kisaran Rp1.785-Rp1.835 dengan berakhir menguat di tengah tren penurunan yang terjadi. "Adanya candle tweezers bottom mengindikasikan mulai terbatasnya aksi jual yang terjadi di area lower bollinger band serta didukung berkurangnya volume jual," papar dia.

Diharapkan, kata Reza, mulai adanya aksi beli untuk mengangkat WIKA. "Trading buy selama dapat bertahan di atas Rp1.780. Secara teknikal, support berada di kisaran Rp1.760-Rp1.780. Di lain sisi, resisten berada di kisaran Rp1.820-Rp1.840," imbuh Reza. [jin]

Komentar

 
x