Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 September 2017 | 01:19 WIB

RS Mitra Keluarga Tak Bedakan Pasien Tiara Debora

Oleh : Monica Wareza | Selasa, 12 September 2017 | 05:54 WIB
RS Mitra Keluarga Tak Bedakan Pasien Tiara Debora
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Mitra Karyasehat Tbk (MIKA), operator rumah sakit Mitra Keluarga telah melakukan upaya medis secara optimal untuk menyelamatkan jiwa Tiara Debora yang masih berusia empat tahun tersebut.

Untuk pasien Tiara Debira, RS Mitra Keluarga mengaku telah memberikan tindakan yang diberikan kepada semua pasien yang diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Terkait polemik tentang persepsi yang terjadi di masyarakat tentang pelayanan IGD dan PICU, perlu kami jelaskan tidak ada perbedaan mendasar antara tindakan medis kepada pasien di ruang UGD dan di ruangan PICU," kata Manajemen Perseroan dalam catatan tertulis di Jakarta, Senin (1/9/2017), tentang kematian bayi Debora pada Sabtu (9/9/2017) pekan lalu di salah satu rumah sakit milik perseroan.

Menurut manajemen, tindakan medis yang dilaksanakan di ruang IGD merupakan tindakan medis pertolongan pertama sementara tindakan medis di ruang PICU merupakan tindakan medis lanjutan bila diperlukan setelah tindakan medis di IGD.
Sementara itu, pergerakan harga saham MIKA diperdagangkan cukup berfluktuatif sepanjang hari perdagangan Senin (11/9/2017) kemarin.
Menurut pantauan INILAHCOM, perdagangan saham MIKA dibuka pada harga Rp2.080 per lembar saham. Atau, turun 30 basis poin dibandingkan dengan penutupan pekan lalu di harga Rp2.110 per saham.
MIKA sempat menyentuh harga terendah harian yakni di harga Rp1.955 per saham namun tidak melampaui harga terendah yang pernah dicapai yakni di harga Rp1.850 per saham. Sepanjang perdagangan sesi I dan II, saham MIKA berada dikisaran harga Rp1.950-Rp2.100 per saham.
Sedangkan di akhir perdagangan, saham MIKA ditutup di harga Rp2.040 per saham. Level ini mengakami elemahan sebesar 70 basis poin atau 3,32% dibandingkan dengan harga pembukaan.
Pada Sabtu (9/9/2017) pekan lalu, RS Mitra Keluarga dikabarkan telah menolak melakukan perawatan kepada seorang bayi dengan rujukan BPJS sehingga dialihkan ke rumah sakit lain. Pengalihan tersebut memperlambat pelayanan medis sehingga berakbat meninggalnya bayi tersebut .

Jaringan RS Mitra Keluarga sebanyak 12 rumah sakit baru satu yang dapat menerima rujukan BPJS.

MIKA merupakan emiten dengan ruang lingkup bisnis yang bergerak dalam bidang jasa konsultasi bisnis dan manajemen termasuk jasa manajemen rumah sakit. Saat ini, bisnis utama MIKA adalah menjalankan usaha secara tidak langsung melalui anak usaha di bidang pelayanan kesehatan yaitu dengan memberikan jasa pelayanan medik dengan cara memiliki dan mengelola rumah sakit dengan nama Mitra Keluarga.

Pemegang saham utama MIKA adalah PT Griyainsani Cakrasadaya (pengendali), dengan persentase kepemilikan sebesar 60,00%. [hid]

 
x