Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 September 2017 | 01:20 WIB

Menakar Posisi Rupiah di 2018, Ini Saran Senior BI

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 11 September 2017 | 16:30 WIB
Menakar Posisi Rupiah di 2018, Ini Saran Senior BI
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyarankan pemerintah dan DPR tetap mewaspadai kenaikan suku bunga The Fed pada 2018. Jadikan pertimbangan dalam menentukan asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2018.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah dan BI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017). "Situasi 2018, kami sarankan lebih baik kita berhati-hati karena tren dari kenaikan suku bunga AS ini akan terus berlanjut. Tahun ini mungkin hanya naik dua kali, tapi tahun depan naik itu sudah pasti, tapi apakah dua, tiga kali, atau lebih, harus terus dipantau," ujar Mirza.

Mirza menuturkan, apabila suku bunga The Fed meningkat, maka daya tarik mata uang dari negara-negara berkembang (emerging market) termasuk Indonesia, menjadi berkurang dibandingkan situasi pada 2017. "Itu mengapa kami menaruh 'range' yang lebih konservatif di proyeksi kurs 2018," kata Mirza.

BI sendiri memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk 2018 berada di kisaran Rp13.500-Rp13.700 per US$. Sementara itu, asumsi nilai tukar rupiah terhadap US$dalam RAPBN 2018, yaitu Rp13.500 per US$.

Kendati demikian, Mirza juga mengungkapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa mencapai Rp13.400 per US$ pada 2018, namun itu merupakan batas maksimum untuk menjaga agar ekspor Indonesia tetap kompetitif.

"Kurs Rp13.400 masih bisa masuk 'range' tapi lebih kuat dari itu kurang baik. Kurs adalah keseimbangan agar ekspor kompetitif tapi impor yang tidak produktif bisa ditahan," ujar Mirza.[ipe]

Tags

 
x