Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 16:14 WIB

Dinilai tak Wajar, Perakit Nokia Masuk UMA

Oleh : Monica Wareza | Senin, 11 September 2017 | 15:45 WIB
Dinilai tak Wajar, Perakit Nokia Masuk UMA
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pergerakan saham PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) akibat terjadinya peningkatan harga dan aktivitas saham yang di luar kewajaran.

Mengutip keterbukaan informasi IDXNet, informasi terakhir yang disampaikan perseroan adalah pada Jumat (8/9/2017) lalu terkait Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek/Perubahan Struktur Pemegang Saham.

Namun karena terjadi peningkatan signifikan pada volume perdagangan sahamnya, BEI terpaksa mengategorikan saham PTSN sebagai unussual market activity (UMA).

Pada Senin (4/9/2017) saham PTSN ditutup dengan volume perdagangan sebanyak 20.900 dengan harga penutupan Rp124 per saham. Esok harinya, Selasa (5/9/2017) diperdagangkan dengan volume 26.600 dengan harga penutupan RP126 per saham.

Peningkatan yang signifikan mulai terjadi pada Rabu, Kamis dan Jumat 6-8/9/2017) dengan volume masing-masing 3.440.900, 2.087.700 dan 7.632.600.

Sementara itu, peningkatan harga juga terjadi sejak Rabu minggu lalu dimana ditutup di harga Rp148 per saham, kemudian terjadi kenaikan harga ke Rp199 per saham. Terakhir pada Jumat ditutup di harga Rp252 per saham.

Sementara itu, pada perdagangan hari ini Senin (11/9/2017) perdagangan saham perusahaan yang bermarkas di Batam ini dibuka pada harga Rp258 per saha. Diperdagangkan dengan harga tertinggi Rp262 dan terendah Rp204. Hingga berita ini diturunkan, volume transaksi mencapai 1,99 juta.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

BEI juga mengharapkan investor untuk mencermati kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut mendapatkan persetujuan RUPS. Disamping itu, investor diminta memperhatikan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Sebelumnya, pada Rabu (6/9/2017), dikabarkan PTSN akan mulai produksi telepon pintar (smartphone) bermerek Nokia. [ipe]

 
x