Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 09:05 WIB

Penguatan Rupiah karena Ekonomi AS Lemah

Oleh : - | Jumat, 8 September 2017 | 15:54 WIB
Penguatan Rupiah karena Ekonomi AS Lemah
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara bilang, penguatan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir, dipengaruhi perekonomian Amerika Serikat yang tidak tumbuh setinggi perkiraan.

"Dari awal tahun itu kan ada kekhawatiran ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Lalu karena diperkirakan lebih cepat maka suku bunga AS naik lebih cepat dari perkiraan. Tapi kan ternyata ekonomi AS tumbuh bagus tapi tidak secepat perkiraan, agak melandai," ujar Mirza di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Dari sisi inflasi, lanjut Mirza, juga melandai di bawah 2%. Selain itu, kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Fund Rate) yang sudah dua kali dilakukan tahun ini, diperkirakan tidak akan terjadi di September, namun berpotensi meningkat 25 basis poin pada Desember 2017.

"Itu membuat USD (dolar AS) kurang menarik karena suku bunganya tidak jadi naik dan ekonomi AS tidak tumbuh lebih tinggi dari perkiraan. Itu semua membuat tren pembalikan ekspektasi orang terhadap USD. USD terhadap mata uang global menurun," tutur Mirza.

Mirza menambahkan, imbas hasil obligasi dolar AS tenor 10 tahun yang pada awal tahun bisa mencapai 2,5%, kini trennya terus menurun hingga kemarin mencapai 2%. "Ya karena itu mata uang Indonesia dan 'emerging market' menguat," ujar Mirza.

Berdasarkan data kurs tengah BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat mencapai Rp13.284 per dolar AS, menguat dibandingkan pada awal pekan yang berada di posisi Rp13.345 per dolar AS. [tar]

Komentar

 
x