Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 07:33 WIB

Ragu Kenaikan Suku Bunga AS, Rupiah Bangkit

Oleh : - | Selasa, 5 September 2017 | 11:10 WIB
Ragu Kenaikan Suku Bunga AS, Rupiah Bangkit
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (5/9/2017) pagi, bergerak menguat 11 poin menjadi Rp13.327 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.338 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal di Jakarta, Selasa (5/9/2017) mengatakan bahwa dolar AS sedang berada di bawah tekanan menyusul data tingkat pengangguran di Amerika Serikat naik menjadi 4,4 persen, dan penambahan jumlah pekerja yang di bawah estimasi.

"Para ekonom memperkirakan ada 180.000 pekerja baru dan tingkat pengangguran di level 4,3 persen," papar Faisyal.

Menurut dia, hasil data itu dapat mengindikasikan bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mungkin akan menjadi lebih ragu untuk menaikkan suku bunganya sehingga menahan laju dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.

Di sisi lain, lanjut Faisyal, dolar AS juga masih tertekan sentimen politik di Amerika Serikat yang dinilai juga kurang kondusif, dikhawatirkan kondisi itu dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa pergerakan rupiah masih terbatas, pelaku pasar masih menjauhi sejumlah mata uang berisiko termasuk rupiah di tengah kondisi di semenanjung Korea yang belum kondusif.

"Adanya percobaan kembali peluncuran rudal balistik Korea Utara membuat permintaan atas aset-aset 'safe haven' masih tinggi," kata Reza.

Dari dalam negeri, lanjut dia, adanya pengumuman deflasi tampaknya juga mulai menjadi "amunisi" atau alat ampuh untuk mengangkat rupiah bergerak terapresiasi terhadap dolar AS. [tar]

Komentar

 
x