Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 18:07 WIB

IHSG Sepekan Naik 0,8%

Oleh : Monica Wareza | Jumat, 1 September 2017 | 15:00 WIB
IHSG Sepekan Naik 0,8%
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 28 hingga 31 Agustus 2017 mengalami perubahan 0,86% ke posisi 5.864,05 poin dari posisi 5.915,36 poin pada periode sepekan sebelumnya.
Pada pekan ini, rata-rata nilai transaksi harian saham mengalami kenaikan 8,08% menjadi Rp6,95 triliun dari Rp6,43 triliun pada pekan lalu. Nilai kapitalisasi pasar pekan ini juga berubah 0,86% menjadi Rp6.426,02 triliun dari sebelumnya Rp6.481,83 triliun.
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami perubahan 3,07% menjadi 9,46 miliar unit saham dari 9,75 miliar unit saham sepekan sebelumnya, dan rata-rata frekuensi transaksi harian saham juga berubah 2,31% menjadi 318,55 ribu kali transaksi dari 326,11 ribu kali transaksi pada pekan lalu.
Sementara itu, investor asing mencatatkan jual bersih Rp1,47 triliun pada pekan ini. Sehingga di sepanjang tahun ini aliran dana investor asing meski masih mencatatkan beli bersih namun jumlahnya tinggal Rp484,7 miliar.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengingkatkan lagi untuk seluruh pihak, termasuk pelaku industri di Pasar Modal, agar momentum iklim investasi dapat dimanfaatkan dengan baik. Momentum yang dimaksud Presiden tersebut adalah predikat layak investasi untuk Indonesia seperti yang telah disematkan lembaga pemeringkat kredit Standard & Poors (S&P).
"Kita harus manfaatkan momentum investasi yang ada supaya tidak lagi ada wait and see. Jangan sampai melewatkan momentum," kata Jokowi ketika memberikan sambutan pada acara Pencatatan Perdana Efek Beragun Aset (EBA) Mandiri JSMR01 Surat Berharga Hak atas Pendapatan Tol Jagorawi (EBA Kelas A) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Menurut Presiden, proses sekuritisasi harus segera dilaksanakan untuk memicu arus modal masuk ke dalam negeri sehingga akan mengurangi beban di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dan berdampak positif terhadap pembangunan nasional.
Meski begitu, sekuritisasi tidak hanya berlaku untuk pemerintah dan BUMN saja, namun juga untuk swasta agar dapat meningkatkan efisiensi dan memacu percepatan investasi di suatu daerah.

Tags

 
x