Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 07:04 WIB

Cetak Saham Tertinggi, BBTN Terus Menjaga Kinerja

Oleh : - | Rabu, 30 Agustus 2017 | 19:08 WIB
Cetak Saham Tertinggi, BBTN Terus Menjaga Kinerja
Direktur Bank BTN Mahelan Prabantarikso (kiri) bersama Direktur Bank BTN Nixon Napitupulu - (Foto: BTN)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Sukses mencatatkan rekor penutupan saham tertinggi pada perdagangan Selasa (29/8/2017), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggenjot penyaluran kredit di daerah. Demi menjaga kinerja bisnis.

Managing Director Strategy, Compliance, & Risk Bank BTN, R Mahelan Prabantarikso mengatakan, harga saham perseroan terus melaju sejalan dengan capaian kinerja bisnis yang positif.

Di mana, penutupan perdagangan Selasa (29/8), emiten bersandi saham BBTN ini, mencatatkan rekor penutupan tertinggi di level 2.950. Capaian harga saham tersebut tercatat tumbuh 49% secara year on year (yoy), atau 69,5% secara year to date (ytd).

Untuk melanjutkan pergerakan positif saham tersebut, Mahelan mengungkapkan, perseroan bertekad untuk terus menggenjot bisnis Bank BTN di daerah.

Apalagi, potensi bisnis properti di daerah masih tinggi. "Tahun ini kami optimistis kredit akan tumbuh sekitar 21%-23%. Untuk mencapai target tersebut, kami akan memaksimalkan penyaluran kredit di daerah. Salah satu daerah yang potensial yakni Jawa Timur," jelas Mahelan dalam Public Expose Marathon di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/8/2017).

Mahelan mengungkapkan, per akhir 2016, perseroan mencatatkan diri sebagai pemimpin pasar KPR di Jawa Timur dengan pangsa 54%. Kendati begitu, perseroan akan tetap gencar menyalurkan KPR di Jatim. Mengingat, permintaan hunian di provinsi tersebut masih cukup tinggi.

Kata Mahelan, berdasarkan hasil riset Bank BTN, permintaan akan hunian di Provinsi Jatim di atas 230.000 unit pada 2017. Namun, pasokan rumah baru mencapai 7% dari permintaan. Atau setara lebih dari 15.000 unit rumah.

Tahun ini, lanjut Mahelan, BBTN tersebut membidik penyaluran KPR untuk lebih dari 18.000 unit rumah, atau melebihi pasokan unit rumah yang ada. "Kami tetap optimistis mencapai target, kendati posisi target berada di atas pasokan hunian yang ada. Untuk itu tahun ini Bank BTN akan gencar bermitra dengan REI dan APERSI dalam meningkatkan pasokan unit hunian bagi masyarakat di Jawa Timur," kata Mahelan.

Sejak 2015, tambah Mahelan, pertumbuhan realisasi KPR Bank BTN di Jatim memang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Di segmen KPR Non-Subsidi, realisasi KPR Non-Subsidi Bank BTN naik di level 18,38% secara tahunan (yoy) per akhir 2016.

Sementara realisasi di segmen KPR Subsidi, melaju lebih tinggi sebesar 69,22% (yoy) per akhir 2016. Hingga Juni 2017, Bank BTN pun telah menyalurkan KPR untuk sekitar 7.500 unit rumah di Jatim.

Untuk KPR Non-Subsidi, Bank BTN telah menyalurkan kredit untuk sekitar 3.550 unit rumah atau setara Rp1,07 triliun. Pada segmen ini, kota-kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang masih mendominasi penyaluran KPR Non-Subsidi terbanyak.

Kemudian, pada segmen KPR Subsidi, Bank BTN telah menyalurkan pinjaman untuk pemilikan hampir 3.950 unit rumah atau senilai Rp414 miliar. Untuk jenis KPR ini, kota-kota berkembang seperti Jember, Malang, dan Gresik tercatat sebagai wilayah dengan penyaluran kredit terbanyak.

Kinerja Kinclong BBTN
Chief Credit Officer Bank BTN, Nixon Napitupulu bilang, secara keseluruhan, Bank BTN terus mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2017.

Semisal, penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp177,4 triliun, atau naik 18,81% secara tahunan (yoy) dari Rp149,31 triliun di periode sama 2016. Pada kuartal II-2017, Bank BTN menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp159,12 triliun, atau naik 18,26% (yoy) dari posisi Rp134,55 triliun.

Nixon menuturkan, kinerja penyaluran kredit dan penghimpunan simpanan tersebut pun turut menyumbang peningkatan laba bersih BBTN. Per Juni 2017, laba bersih bank yang berfokus di sektor perumahan ini, melaju sesuai target di level 21,95% (yoy) menjadi Rp1,27 triliun.

"Atau naik dari Rp1,04 triliun di bulan yang sama tahun lalu. Catatan pertumbuhan kredit juga mengerek naik posisi aset Bank BTN menjadi senilai Rp224,06 triliun pada Juni 2017 atau tumbuh 18,23% yoy dari Rp189,51 triliun," papar Nixon.

Kata Nixon, sejak pertama kali Program Satu Juta Rumah diluncurkan hingga saat ini, Bank BTN berkomitmen menjadi integrator utama program nasional tersebut. Tahun ini, Bank BTN membidik akan memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 666.000 unit rumah dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah. "Hingga Juni 2017, Bank BTN telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 370.173 unit rumah atau senilai Rp39,01 triliun. Realisasi tersebut," papar Nixon. [ipe]

Komentar

 
x