Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 07:05 WIB

OJK Riau Tutup 11 Investasi Bodong, Ini Daftarnya

Oleh : - | Selasa, 29 Agustus 2017 | 18:10 WIB
OJK Riau Tutup 11 Investasi Bodong, Ini Daftarnya
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Pekanbaru - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau mengumumkan 11 perusahaan investasi bodong yang ditutup oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) Pusat.

"Penghentian kegiatan usaha tersebut dilakukan karena dalam menawarkan produk entitas tidak memlliki izin usaha dan berpotensi merugikan masyarakat," kata Kepala OJK Riau, Nurdin Subandi di Pekanbaru, Selasa (29/8/2017).

Subandi mengatakan, penghentian kegiatan usaha 11 entitas ini sudah dilakukan sejak tanggal 18 Juli 2017, dalam rangka perlindungan konsumen dan masyarakat.

Adapun entitas yang dihentikan kegiatannya adalah, PT Akmal Azriel Bersaudara, PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel), PT Konter Kita Satria, PT Maestro Digital Komunikasi, PT Global Mitra Group, PT Unionfam Azaria Berjaya (Azaria Amazing Store), 4Jovem (PT Pansaky Berdikari Bersama), Car Club Indonesia (PT Carklub Pratama lndonesia), Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru, PT Maju Mapan Pradana (Fast Furious Forex lndex Commodity/F3/FFM), dan PT CMl Futures.

Dengan diumumkannya penutupan 11 entitas ini OJK Riau menghimbau agar masyarakat tidak lagi mau terayu untuk melakukan investasi yang tidak jelas. Selain juga mewaspadai kalau-kalau mereka berubah nama namun tetap menjalankan operasinya. "Maraknya penawaran investasi ilegal dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin sudah mengkhawatirkan. Untuk itu, masyarakat diminta selalu waspada," imbau Nurdin.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing menyatakan, pihaknya telah mengundang sebelas entitas tersebut untuk menjelaskan legalitas dan kegiatan usahanya.

Namun dari 11 yang ditutup hanya delapan entitas yang hadir pada proses klarifikasi, diantaranya adalah, PT Akmal Azriel Bersaudara, PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel), PT Konter Kita Satria, PT Maestro Digital Komunikasi, PT Global Mitra Group, PT Unionfam Azaria Berjaya (AzariaAmazing Store), 4Jovem (PT Pansaky Berdikari Bersama), Car Club Indonesia (PT Carklub Pratama Indonesia).

Selanjutnya sebut dia delapan entitas tersebut telah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan menghentikan kegiatannya sejak 18 Juli 2017. Namun bagi yang tidak hadir tetap dimintakan kegiatannya dihentikan karena diduga melanggar ketentuan perundang-undangan dan merugikan masyarakat.

"PT Akmal Azriel Bersaudara harus menghentikan kegiatan usaha kredit mobil, motor atau emas yang dilakukan tanpa izin dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta merugikan masyarakat, " tegas Tongam. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x