Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 19:04 WIB

Satelit Terganggu Jadi Sentimen Negatif Saham TLKM

Oleh : Monica Wareza | Senin, 28 Agustus 2017 | 15:17 WIB
Satelit Terganggu Jadi Sentimen Negatif Saham TLKM
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dengan terjadinya gangguan pada satelit milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) bisa menimbulkan sentimen negatif pada perdagangan saham perseroan.

Analis Binaartha Sekuritas, Riza Priyambada mengatakan gangguan pada satelit milik TLKM yang berimbas pada tidak terkoneksinya jaringan ATM milik beberapa bank dapat dimanfaatkan sebagai sentimen negatif. "Meskipun akan jadi sentimen negatif tapi sepertinya tidak akan terlalu bertahan lama," kata Reza kepada INILAHCOM di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Namun, menurut Reza, pihah perseroan harus memberikan kejelasan mengenai seberapa berpengaruhnya masalah satelit ini terhadap para pelanggannya.

Sementara itu, dalam keterbukaan informasi TLKM di IDXNet hari ini, perseroan menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap satelit Telkom-1 ini dan menyatakan bahwa tidak tertutup adanya kemungkinan Telkom-1 tidak dapat beroperasi normal kembali.

"Even nggak beroperasi pun tapi kan harus ada penjelasan lebih jauh dampak ke pelanggannya. Masalahnya berita ATM yang bermasalah sudah kadung mencuat," lanjutnya.

Akibat adanya sentimen gangguan satelit, perdagangan saham TLKM cukup dimanfaatkan oleh pelaku pasar. Saham TLKM hari ini dbuka di harga Rp4.740 per saham dimana mengalami penurunan dari penutupan pada Jumat (25/8/2017) di harga RP4.770 per saham. Hari ini diperdagangkan dengan harga tertinggi Rp4.770 dan harga terendah Rp4.740

Pada Jumat (25/08) sekitar pukul 16.51 WIB mulai terjadi anomali pada satelit Telkom-1 yang berakibat pada pergeseran pointing antena satelit Telkom-1 sehingga layanan transponder satelit terganggu.

Berdasarkan hasil evaluasi dan konsultasi dengan Lockheed Martin pada tahun 2014 dan 2016 satelit Telkom 1 dalam kondisi baik dan dapat beroperasi normal hingga beberapa tahun kedepan, sekurang kurangnya sampai dengan tahun 2019, dimana hal ini sesuai dengan best practice di industri satelit.

Pendapatan dari bisnis satelit memberikan kontribusi sebesar 0,6% dari total pendapatan TLKM. Selain itu, Telkom-1 telah diasuransikan ke Jasindo, perusahaan asuransi BUMN. [hid]

Komentar

 
x