Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 02:39 WIB

Emas Kembali Berotot Merespons Pidato Yellen

Oleh : Monica Wareza | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 15:09 WIB
Emas Kembali Berotot Merespons Pidato Yellen
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Harga emas melonjak pada hari Jumat (25/8/2017) di level tertinggi sejak awal Juni, didukung oleh penurunan dolar AS ke level terendah dalam tiga minggu.

Pergerakan emas dan greenback mendapat sambutan dari Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen yang tidak memberikan petunjuk sama sekali terkait harapan para investor mengenai kebijakan bank sentral.

Dalam pidatonya, Yellen menghindar dari pertanyaan tentang kebijakan suku bunga saat ini. Investor juga melihat pidato dari Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi untuk mengetahui kapan dan bagaimana bank akan melepaskan pelonggaran moneternya.

Emas untuk pengiriman Desember naik US$5,90, atau 0,5%, menetap di harga US$1,297.90 per ounce setelah menyentuh level tertinggi di atas US$1,300 semalam Kamis (24/8/2017). Emas telah bergerak dalam kisaran sempit minggu ini, namun pada hari Jumat ditetapkan pada tingkat tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak 5 Juni, menurut data FactSet. Kontrak minggu ini naik 0,5%.

"Komentar Yellen adalah definisi dari noburger, mereka hampir secara eksklusif membela tindakan pasca krisis Fed dan reformasi Dodd-Frank," kata Brien Lundin, editor Gold Newsletter seperti dikutip dari marketwatch.com.

Setelah pidato Yellen, dolar melemah. Greenback diperdagangkan di dekat level terlemahnya sepanjang 2017.

Jumat pagi, emas gagal meraih daya tarik dari berita utama ekonomi lemah yang mungkin akan mendorong logam tersebut karena data tersebut menumpulkan prospek suku bunga yang lebih tinggi.

Emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya kesempatan untuk memegang nonyielding bullion. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi juga bisa mendorong dollar.

"Untuk saat ini rebound harga emas kemungkinan mencerminkan spekulan menguji tingkat harga tertinggi untuk tahun ini dan memusatkan perhatian pada ketidakpastian kebijakan lanjutan dan risiko perumusan plafon utang untuk pemerintah AS. Menurut kami, isu-isu ini cenderung lebih bersifat sementara, dan kekuatan emas cenderung mereda dengan resolusi plafon utang dan melanjutkan normalisasi kebijakan Fed," ata Rob Haworth, ahli strategi investasi senior dari US Bank Wealth Management.

Di antara logam lain yang diperdagangkan di Comex, tembaga untuk bulan September berakhir sedikit berubah pada US$3,034 per pon, menghasilkan keuntungan sebesar 3,2% pada minggu ini.

Harga pada hari Kamis di level tertinggi sejak November 2014, dengan para pedagang bertaruh bahwa angka pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan tahun ini akan diterjemahkan ke dalam permintaan yang lebih kuat untuk logam industri.

Perak untuk September naik 8,6 sen atau 0,5% menjadi US$17,049 per ounce, mengalami kenaikan mingguan sebesar 0,3%.

Platinum untuk Oktober turun US$3,50 atau 0,4% menjadi US$979,10 per ounce, terjadi penurunan mingguan sekitar 0,3%. Sedangkan paladium untuk bulan September berakhir pada US$931,05 per ounce, turun US$5,10 atau 0,5% namun mengalami kenaikan sekitar 0,4% untuk minggu ini.

SPDR Gold Trust menguat 0.4%, bersiap untuk kenaikan mingguan juga 0,4%. Untuk sesi ini, iShares Silver Trust naik 0,6% dan Vorters VanEck Gold Miners ditutup pada 0,5%.

Komentar

 
x