Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 11:27 WIB

Subsidi Listrik Dicabut

Masyarakat Tinggalkan Supermaket ke Minimarket

Oleh : Monica Wareza | Jumat, 25 Agustus 2017 | 17:32 WIB
Masyarakat Tinggalkan Supermaket ke Minimarket
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Pencabutan subsidi listrik dan efisiensi jam kerja dari perusahaan yang menimpa kelas menengah menekan tingkat konsumsi mereka yang berdampak negatif pada penjualan di tingkat supermarket.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengatakan karena adanya kedua aspek ini membuat masyarakat memilih untuk belanja di minimarket ketimbang supermarket.

"Mereka lebih memilih buat belanja di minimarket biar belanjanya sesuai kebutuhan saja, ga berlebihan jadi jumlah barang yang dibeli menyesuaikan dengan income," kata Lana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/8/2017).

Menurut Lana prospek bisnis pada usaha minimarket terbilang bagus jika dibandingkan dengan supermarket. Hal ini berimbas pada mulai banyaknya perusahaan yang bisnisnya berbasis supermarket mendirikan pula minimarket guna menunjang keberlangsungan bisnis mereka.

Pengalihan pembelian masyarakat ini berdampak negatif bagi penjualan di bisnis ritel,termasuk ritel yang lini bisnisnya berbasis supermarket. Seperti contohnya saja bisnis Hypermart yang dijalankan oleh PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang terbelit utang.

Hypermart harus melakukan pembayaran seluruh utang jatuh tempo pada 14 September 2017 mendatang kepada pemasok ritelnya. Pembayaran tersebut dilakukan tanpa cicilan dan tanpa tambahan perpanjangan waktu.

Sementara dalam surat yang dilayangkan pihak Hypermart kepada pemasok pada 11 Agustus 2017 lalu, Hypermart meminta pengertian pemasok bahwa situasi ekonomi yang sulit serta penjualan yang di luar ekspektasi membuat perusahaan mengharapkan ada perpanjangan waktu pembayaran. [jin]

Komentar

 
x