Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 16:01 WIB

BNI Tandatangani MoU dengan Kementerian Kelautan

Oleh : Monica Wareza | Jumat, 25 Agustus 2017 | 17:05 WIB
BNI Tandatangani MoU dengan Kementerian Kelautan
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Bank BNI Persero Tbk (BBNI) telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

MoU ini ditandatangani sebagai bentuk penunjukan BBNI sebagai bank yang sebagai bank yang akan mengelola dana Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (APBN) KKP, menyalurkan kredit kepada mitra-mitra binaan KKP di industri Kelautan & Perikanan, hingga memberikan edukasi mengenai layanan perbankan kepada nelayan.

"BBNI memberikan pelayanan dengan prinsip Total Solution bagi KKP sehingga seluruh kebutuhan kementerian dalam pengelolaan keuangannya hingga pemberdayaan mitra-mitra binaannya dapat dibantu oleh BNI," kata Kiryanto, Corporate Secretary perseroan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/8/2017).

MoU BNI dengan Badan Riset & Sumber Daya Manusia (BPSDM) KKP serta Badan Layanan Usaha (BLU) KKP ini terkait tentang Penyaluran Dana APBN, Pemberian Fasilitas Kredit, Edukasi Layanan & Produk Perbankan, serta Dukungan Program Pemberdayaan Kepada Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan.

Adapun MoU antara BNI dengan Perinus diarahkan untuk Pemberian Fasilitas Kredit kepada nelayan binaan, pinjaman berbasis gaji, penyaluran kredit konsumer, hingga layanan cash management BNI.

Dengan kerja sama tersebut akan dapat memberikan berbagai kemudahan kepada KKP dalam pengelolaan keuangannya sehingga akan tercipta efisiensi dan efektifitas kinerja keuangan KKP.

"Kerja sama ini semakin memperkuat pengelolaan dana APBN yang dikelola melalui KKP oleh BNI," lanjutnya.

Hingga Juli 2017 telah disalurkan kredit pada Sektor Kemaritiman sebesar Rp14,4 triliun kepada 2.359 debitur, yang terdiri atas sektor Kelautan dan Perikanan sebesar Rp2,1 triliun kepada 2.004 debitur.

Sementara sektor lainnya sebesar Rp12,3 triliun untuk 355 debitur, yang didominasi oleh kredit dari segmen pengangkutan dan pelayaran (52%), galangan kapal (20%), budidaya & Penangkapan ikan (14%), industri pengolahan dan perikanan (6%), perdagangan hasil perikanan (6%) dan konstruksi pelabuhan (2%). [jin]

 
x