Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 17:49 WIB

Samuel Aset Siap Luncurkan Reksa Dana Saham

Oleh : - | Jumat, 25 Agustus 2017 | 15:04 WIB
Samuel Aset Siap Luncurkan Reksa Dana Saham
Samuel Aset Manajemen - (Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Perseroan Terbatas Samuel Aset Manajemen merencanakan peluncuran reksa dana jenis saham pada September 2017 menyusul potensi masyarakat berinvestasi di pasar modal relatif cukup besar.

"Pertengahan Sepetember nanti kami akan keluarkan reksa dana saham, yakni Beta Plus Equity One," kata Presiden Direktur Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar di Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menyasar pasar domestik dengan memulai kerja sama dengan beberapa lembaga untuk mendorong karyawannya melakukan investasi di pasar modal berupa reksa dana.

Selama ini, menurut dia, investasi di reksa dana sukarela. Sementara pekerja wajib mempunyai rekening bank untuk pengiriman gaji. Jadi, kami bekerja sama dengan lembaga. Ada kewajiban kalau sebagian gajinya diinvestasikan ke reksa dana, dimulai dengan reksa dana yang paling konservatif Saat ini, katanya lagi, dana pihak ketiga (DPK) di perbankan mencapai sekitar Rp1.500 triliun, sementara dana kelolaan reksa dana hanya sekitar Rp380 triliun, belum sampai 10 persen dari DPK.

Agus B. Yanuar juga mengatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan platform reksa dana berbasis "online" dalam waktu dekat ini. Itu dilakukan untuk memberikan ragam produk reksa dana baik berbasis pasar uang, campuran, maupun saham dengan nilai investasi awal minimal hanya Rp100 ribu.

Hingga Juli 2017, dana kelolaan Samuel Aset Manajemen sebesar Rp7,9 triliun. Hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan pertumbuhan dana kelolaan mencapai Rp9 triliun.

Untuk mencapai pertumbuhan dana kelolaan itu, dapat diperoleh melalui tiga hal, yakni pertumbuhan aset dasar, penambahan produk baru, dan penambahan investor baru.

"Guna mendukung itu, kami akan terus melalukan edukasi ke masyarakat, termasuk membentuk lembaga saham learning center," papar Agus B. Yanuar. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x