Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 07:04 WIB

Mau Tahu Target Harga Saham BBTN Berikutnya?

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 24 Agustus 2017 | 04:01 WIB
Mau Tahu Target Harga Saham BBTN Berikutnya?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Beberapa analis masih merekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp3.000 bahkan Rp3.240. Analis lain justru hanya menargetkan di Rp2.300 dan rekomendasi jual atau tahan diri bagi yang belum punya. Seperti apa?

Pada perdagangan Rabu (23/8/2017), saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ditutup stagnan di Rp2.900 per unit saham. Secara intraday perdagangan, saham ini mencapai level tertingginya di Rp3.030 dan terendah Rp2.890 dengan harga rata-rata di Rp2.964 dari posisi pembukaan di Rp2.960. Jumlah lot yang ditransaksikan sebanyak 243,2 ribu saham senilai Rp72,1 miliar.

Jika dihitung sejak awal 2017, kenaikan saham BBTN sudah mencapai 1.160 poin alias 66,6% dari Rp1.740 di akhir tahun 2016 ke Rp2.900 per saham pada Rabu kemarin (year to date).

Yuganur Wijanarko, Peneliti Senior KGI Sekuritas Indonesia mengatakan, secara teknikal, saham yang berkode BBTN itu masih punya tenaga untuk penguatan. Menurut dia, level psikologis saham ini berada di Rp2.800. Setelah saham ini mampu bergerak di atas level psikologis ini, target harga berikutnya di Rp3.000.

Target ini, lanjut dia sudah tercapai sehingga tidak perlu menunggu semester II-2017 habis karena tren pergerakan harganya yang naik saat ini. "Di lain sisi, support saham ini berada di Rp2.680 hingga Rp2.500. Saya rekomendasikan beli karena tren pergerakan harganya sedang naik," katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta.

Lebih jauh Yuganur menjelaskan, setelah RAPBN 2018 direvisi sebagaimana tertuang dalam pidato nota keuangan Presiden Jokowi pada 16 Agustus 2017, pelaku pasar optimistis terhadap saham-saham di sektor konsumsi.

"Biasanya, jika sektor konsumsi masih bagus, bank-bank kecil, seperti BTN dan PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM) yang banyak bermain di sektor konsumsi lebih banyak diminati investor saham dibandingkan bank-bank besar, seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)," papar dia.

Secara fundamental, saham BBTN sekarang sedang berada di Price to Earning Ratio (PER) 11 kali dengan Price to Book Value (PBV) 1,4 kali. Sementara itu, Net Asset Value BBTN berada di posisi Rp1.900 yang mencerminkan harga bukunya. "Yang wajar biasanya, harga saham mencerminkan 2 kali harga buku," tutur dia.

Jika mau dimaksimalkan, Yuga menegaskan, harga wajar seharusnya saham BBTN berada di Rp4.000 per saham. "Akan tetapi, jika mengacu pada perhitungan yang moderat, harga wajarnya berada di Rp3.000 dalam 12 bulan ke depan," timpal dia.

Yuga juga menilai, harga saham BBTN saat ini sebenarnya murah karena masih 1,4 kali harga buku. Oleh karena itu, paling tidak, bisa mendekati 2,5 kali harga buku atau 2,7 kali. "Dengan demikian, saham BBTN wajar bisa menguat di Rp3.000-an," ucapnya.

Sementara itu, dari sisi Price to Earning Ratio (PER), saham BBTN dinilai positif karena berada di level 11 kali. Sebab, kata dia, PER pasar sekarang sudah berada di sekitar 17-an kali. "Artinya, harga saham BBTN sekarang masih di bawah harga pasar sehingga masih potensial untuk melanjutkan penguatan," kata Yuganur tandas.

Selebihnya, Yuga melihat positif program Sejuta Rumah yang berpengaruh pada ekspansi kredit Bank BTN. "Banyak fund manager asing yang berekspektasi positif atas saham BBTN karena sentimen program Sejuta Rumah di mana BTN punya komitmen kuat untuk itu," ungkap dia.

Meski program tersebut belum terlaksana sepenuhnya, kata dia, yang terpenting niat BTN. "Jadi, saya rekomendasikan beli untuk target jangka panjang, 12 bulan ke depan, di Rp3.000. Meski begitu, secara teknikal, karena saham ini kuat bertengger di atas Rp2.800, target berikutnya langsung Rp3.000 sudah tercapai," papar dia.

Marolop Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Kapital juga mengungkapkan nada optimistis atas saham BBTN. Dia melihat pengaruh positif aksi BTN yang mengeluarkan NCD dan sekuritisasi aset terhadap harga sahamnya. "Sebab, semakin besar pendanaan yang BTN dapatkan di luar pendanaan konvensional, seperti tabungan, giro, dan deposito, menjadi nilai tambah yang dipertimbangkan investor," papar dia.

Otomatis, kata Alfred, semakin banyak dana yang didapatkan bersifat jangka panjang semakin mengurangi risiko dari sisi perbankan. "Bank menjadi lebih likuid. Investor akan melihat tingka risiko yang lebih menurun dalam melihat saham BTN," tuturnya.

Hanya saja, dia mengingatkan, investor saham tetap harus melihat fundamental BTN secara keseluruhan. "Artinya, investor bukan hanya melihat Loan to Funding Ratio (LFR) tapi juga lebih sensitif pada masalah Nonperforming Loan (NPL)-nya yang mencerminkan kualitas aset atau kredit," kata dia mewanti-wanti.

Secara fundamental, Alfred punya target harga untuk saham BBTN di Rp3.240 dalam 12 bulan ke depan. "Target tersebut merefleksikan Price to Book Value (PBV) sekitar 1,5 kali. Saya masih merekomendasikan beli untuk saham BBTN," imbuhnya.

Di lain sisi, Kiswoyo Adi Joe, Analis Recapital Securities memberikan pendapat sebaliknya. Sekarang harga saham BBTN sudah di atas Rp2.700. Padahal, target harga wajar saham ini, kata dia, berada di Rp2.300 hingga akhir tahun 2017. "Oleh karena itu, saya hanya merekomendasikan hold, yakni menahan diri dulu untuk saham BBTN," timpal dia.

Karena target harga wajar sudah terlewati, menurut Kiswoyo, pelaku pasar atau para pemodal di bursa saham seharusnya menunggu laporan kinerja BTN yang lebih bagus. "Kinerja bagus di kuartal III-2017, baru kita masuk lagi, beli sahamnya," ucapnya.

BTN, kata dia, harus bisa mempertahankan kinerja keuangannya yang bagus di semester I-2017 hingga akhir tahun ini. Jika ternyata kinerjanya tidak lebih bagus, Kiswoyo menyarankan untuk tidak masuk di saham ini. "Itu pun, jika kinerja bertahan bagus, target harga wajarnya bisa naik ke Rp2.500-Rp2.700 per saham untuk 2018," papar dia.

Meski begitu, menurut dia, harga sekarang di level Rp3.000-an belum bisa dipastikan overvalued jika emiten bisa mempertahankan kinerja bagusnya hingga akhir 2017. "Kita sekarang masih menunggu selesainya kuartal III-2017 ini yang sebentar lagi, Agustus masuk September sehingga sebentar lagi harga wajarnya ke arah Rp2.500," kata dia.

Kiswoyo menilai, harga sekarang di atas Rp2.700 lebih merupakan pergerakan harga teknikal semata bukan fundamental. "Yang menjadi patokan bagusnya kinerja BTN nantinya adalah laba bersih. Di semester I-2017, laba bersih BTN di level 22%. Jika hingga akhir 2017, BTN bisa mempertahankan laba bersihnya 19-20% saja, itu sudah bagus sebenarnya," ungkap dia.

Untuk target harga Rp3.000 per saham, Kiswoyo mengaku belum bisa menetapkan targetnya, karena harus melihat laporan keuangan di akhir tahun ini. "Untuk yang memiliki saham ini, hold saja. Artinya, yang sudah punya bisa jualan, tapi yang belum punya tahan diri (hold) dulu, jangan beli," imbuh Kiswoyo. Selamat berinvestasi. [jin]

Komentar

 
x