Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 16:10 WIB

BEI Cermati Kenaikan Harga Saham ALKA

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 23 Agustus 2017 | 11:54 WIB
BEI Cermati Kenaikan Harga Saham ALKA
PT Alakasa Industrindo Tbk - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi kenaikan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) karena naik di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Otoritas bursa menjelaskan publikasi tentang ALKA yang terakhir pada 9 Agustus 2017. Isinya tentang laporan bulanan registasi pemegang Efek atau perubahan struktur pemegang saham. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI.

Saham ALKA pada awal perdagangan Rabu (23/8/2017) bergerak dari Rp474 per saham. Saham ALKA pada penutupan 11 Agustus di harga Rp179 per saham. Pada penutupan 15 Agustus di Rp182 per saham. Pada penutupan 16 Agustus di Rp244 per saham. Pada penutupan 18 Agustus di harga Rp304 per saham. Sementara pada penutupan perdagangan 21 Agustus di harga Rp380 per saham.

BEI mengharapkan investor dapat memperhatikan jawaban dari emiten terkait kenaikan kenaikan harga sahamnya ini dan mencermati kinerja perseroan serta keterbukaan informasi.

Selain itu, investor juga diharapkan untuk mengkaji kembali rencana corporate action dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi.

Kegiatan utama ALKA adalah melakukan investasi pada beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan (Alakasa Company Limited yang telah beroperasi komersial sejak tahun 2000), industri aluminium ekstrusi (PT Alakasa Extrusindo beroperasi sejak tahun 2001), industri karbon (PT Alakasa Karbon Industri masih dalam pengembangan) dan industri refineri alumina (PT Alakasa Alumina Refineri dan Indonesia Alumina Refinery Limited yang didirikan tahun 2013).

Pada pemegang saham ALKA antara lain Ryburn Investment Limited (pengendali) (33,03%), Sino Aluminium Holding(s) Pte. Ltd (25,14%), Ryburn Venture Limited (20,70%) dan PT Gesit Alumas (13,87%).

 
x