Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 07:04 WIB

Pendapatan Nonbunga 86%, Ini Saran Saham BBTN

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 21 Agustus 2017 | 13:45 WIB
Pendapatan Nonbunga 86%, Ini Saran Saham BBTN
Direktur Utama BTN Maryono - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta-Emiten sektor bank, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan pendapatan nonbunga dari transaksi digital bisa naik 86% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp153,9 miliar pada tahun ini. Inilah rekomendasi sahamnya.

Tercatat per Juli 2017, jumlah transaksi online dengan debit meroket 365% atau mencapai 31.727 transaksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar 7.258.

Peningkatan ini diiringi dengan kenaikan nilai transaksi. Nilai transaksi online yang mayoritas untuk jual beli online meningkat 216% menjadi Rp72 miliar pada Juli 2017 dibandingkan bulan yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 23 miliar.

Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan perseroan sedang gencar meningkatkan kerjasama baik business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C).

"Kami sedang gencar meningkatkan kerjasama baik business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C) untuk meningkatkan pendapatan non bunga dari transaksi digital bisa naik 86% dibandingkan tahun lalu menjadi sebesar Rp 153,9 miliar pada tahun ini," ujarnya, Minggu (20/8) di Magelang.

Menurut analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, transformasi bisnis yang dilakukan BBTN yang tidak hanya mengejar pertumbuhan kinerja dari segmen perumahan membuat kinerjanya mampu mengalami peningkatan.

"Adanya diversifikasi bisnis lainnya membuat pilihan layanan BBTN kepada masyarakat kian beragam dan berpeluang saling mendukung bisnis perbankan lainnya yang ada sehingga menambah value added bagi BBTN," kata Reza di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lanjut Reza, BBTN membukukan potensi kredit baru sekitar Rp8,36 triliun dalam pameran Indonesia Properti Expo atau IPEX 2017. Pencapaian yang dalam hitungan singkat ini mampu melampaui pencapaian sebelumnya.

"Hal ini, kami nilai, menandakan minat masyarakat terhadap properti masih terjaga dan mungkin berpeluang mengalami peningkatan seiring kian membaiknya permintaan di masyarakat," papar dia.

Pada akhir 2017, BBTN mengincar pertumbuhan KPR di level 21-23 persen secara tahunan (YoY). Pada 2019 mendatang, perseroan juga membidik akan mencatatkan pangsa pasar KPR naik ke level 40 persen.

Secara total, per akhir Juni 2017, KPR bertumbuh di level 19,13 persen (YoY) menjadi Rp127,49 triliun dari Rp107,02 triliun pada Juni 2016. Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tercatat menjadi penyumbang terbesar pada pertumbuhan kredit perumahan BBTN.

Per Juni 2017, KPR Subsidi Bank BTN naik 28,34 persen (yoy) dari Rp49,86 triliun menjadi Rp63,99 triliun.

Kenaikan juga terpantau pada KPR Non-subsidi yang tumbuh 11,09 persen (YoY) dari Rp57,15 triliun pada semester kedua 2016 menjadi Rp63,49 triliun di periode yang sama tahun ini.

"Kemudian, dengan kinerja penyaluran tersebut, BBTN kini masih memimpin pangsa pasar KPR yakni sebesar 35,4 persen per 31 Maret 2017," papar dia.

Saat ini, saham BBTN ditransaksikan di kisaran Rp2.650-Rp2.800. Di akhir pekan kemarin, BBTN mengalami kenaikan tinggi hingga 4,48 persen setelah mampu bertahan di atas 2650.

Namun demikian, kenaikan ini juga rentan dimanfaatkan untuk aksi ambil untung. Jika aksi ini mulai terjadi, rekomendasi trading sell jika BBTN gagal bertahan di atas 2770.

"Secara teknikal, support saham BBTN di kisaran Rp2.700-2.750 dan resisten di kisaran Rp2.840-Rp2.920," imbuh Reza. [jin]

Komentar

 
x