Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 11:33 WIB

72 Tahun Indonesia Merdeka

Pasar Modal Alternatif Pembiayaan Variatif

Oleh : Monica Wareza | Kamis, 17 Agustus 2017 | 01:00 WIB
Pasar Modal Alternatif Pembiayaan Variatif
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pasar modal dianggap memiliki akses keuangan yang variatif ketimbang dengan akses keuangan dari perbankan. Tak heran negara-negara maju menjadi lebih pro terhadap pasar modal dibandingkan dengan perbankan.

Kepala Riset Koneksi Kapital, Marolop Alfred Nainggolan mengatakan, negara-negara maju lebih fokus kepada pasar modal karena melihat bahwa potensi kenaikannya masih besar. Selain itu, kelemahan dari sisi instrumen, perbankan masih sangat konvensional sebagai instrumen pembiayaan.

"Belum lagi kalau dilihat dari mekanismenya. Kalau di pasar modal lebih variatif dan bisa berkembang dan peluang pertumbuhannnya lebih besar di sana. Sehingga, nanti perkembangan lebih besar dari sana," kata Alfred kepada INILAHCOM.

Menurut Alfred, kedua instrumen dari perbankan dan pasar modal memiliki tujuan yang sama, yakni sebagai intermediasi yang mempertemukan antara pihak yang surplus modal dengan pihak yang membutuhkan modal. Namun kembali lagi, karena pasar modal memiliki instrumen yang lebih variatif maka cakupan segmennya menjadi lebih besar.

"Ini yang membuat tadi potensi upside-nya jadi besar," lanjut dia.

Selain itu, dinamika pembiayaan keuangan global yang terus berkembang dan hanya bisa terserap oleh pasar modal karena perbankan yang relatif konvensional, dan pemerintah juga telah menyadari bahwa tidak bisa untuk terus mengandalkan perbankan untuk sisi pembiayaan.

"Meskipun masih ada beberapa negara yang masih mungkin dominan perbankannya tapi kita tetap melihat Amerika, Jepang dan Jerman yang sudah lebih dulu melakukan pendanaan yang lebih baik bagi sebuah negara baik itu untuk korporasi dan sebagainya memang terbuka lebar di pasar modal," kata dia. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x