Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 16:15 WIB

Majapahit Inti Korpora Lakukan Tender Offer

Oleh : Monica Wareza | Selasa, 15 Agustus 2017 | 07:03 WIB
Majapahit Inti Korpora Lakukan Tender Offer
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Majapahit Inti Korpora Tbk (AKSI) melakukan penawaran pembelian kembali atas sahamnya yang berada di publik alias tender wajib (tender offer).

Perseroan melakukan penawaran terhadap sahamnya ayng saat ini beredar di publik (floating) yang hanya sebesar 3,66% atau 26,3 juta lembar saham dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/8/2017).

Tender offer ini dilakukan oleh pemegang saham mayoritas perseroan, yakni PT Batulicin Enam Sembilan Transportasi yang memiliki sebanyak 96,34% dari total saham perseroan.

Dalam keterbukaan informasi tersebut tertulis bahwa Batulicin memiliki ketersediaan dana dan sanggup untuk melakukank pembayaran penuh untuk melakukan pembelian saham kembali tersebut. Jika tender offer tersebut selesai dilakukan, hal ini akan berdampak pada jumlah saham perseroan yang dimiliki oleh Batulicin 80% dari modal disetor.

Selama 12 bulan terakhir, harga saham tertinggi AKSI adalah sebesar Rp125 per lembar saham dengan harga di hari perdagangan terakhirnya sebelum disuspensi BEI, yakni pada tanggal 31 Mei 2013.

Masa penawaran tender offer adalah 30 hari sejak prospektus diterbitkan, sehingga pada periode tersebut pemegang saham yang menerima penawaran dapat menerima penawaran tender offer. Sementara perseroan telah mengunjuk Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin efek.

Adapun jangka waktu tersebut dapat diperpanjang dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara setelah proses ini selesai, perseroan harus memastikan jumlah saham yang beredar di publik (free float) mencapai 7,5% sebagai salah satu aturan perusahaan emiten. Sebelumnya pun, perseroan masih belum memenuhi persyaratan ini dengan hanya 3,66% saham beredar di publik. [hid]

 
x